Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Hajj ayat 55-57

9 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hajj (Haji)
Surah Madaniyyah; surah ke 22: 78 ayat

tulisan arab alquran surat al hajj ayat 55-57“Dan senantiasa-lah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap al-Qur’an, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka adzab hari Kiamat. (QS. 22:55) Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal shalih adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan. (QS. 22:56) Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka bagi mereka adzab yang menghinakan. (QS. 22:57)” (al-Hajj: 55-57)

Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang orang-orang kafir, bahwa mereka terus-menerus dalam miryah, yaitu keraguan dan kebimbangan terhadap al-Qur’an. Hal tersebut dikatakan oleh Ibnu Juraij dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Sa’id bin Jubair dan Ibnu Zaid berkata: minHu (“Terhadapnya,”) adalah terhadap apa-apa yang dibisikkan oleh syaitan.”

Hattaa ta’tiyaHumus saa’atu baghtatan (“Hingga datang kepada mereka saat kematiannya dengan tiba-tiba.”) Mujahid berkata: “Secara mendadak.” Qatadah berkata: baghtatan; yaitu, saat (kematian) kaum yang sombong terhadap perintah Allah. Allah tidak akan menyiksa suatu kaum sedikit pun kecuali ketika mereka dalam keadaan mabuk, tertipu dan senang. Maka, janganlah kalian menipu Allah, karena tidak ada yang menipu Allah kecuali kaum yang fasik.”

Firman-Nya: au ya’tiyaHum ‘adzaabu yaumin ‘aqiim (“Atau datang kepada mereka adzab hari Kiamat.”) `Ikrimah dan Mujahid dalam satu riwayat mengatakan, itulah hari Kiamat yang tidak ada malamnya. Demikian yang dikatakan oleh adh-Dhahhak dan al-Hasan al-Bashri.

Untuk itu, Dia berfirman: al mulku yauma-idzil lillaaHi yahkumu bainaHum falladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati (“Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal shalih,”) yaitu hati mereka beriman dan membenarkan Allah dan Rasul-Nya, serta mengamalkan apa yang mereka ketahui. Hati, perkataan dan amal-amal mereka konsisten.
Fii jannaatin na’iim (“Di dalam surga yang penuh kenikmatan,”) yaitu mereka akan mendapatkan tempat tinggal yang penuh kenikmatan yang tidak berubah, hilang atau lenyap.

Walladziina kafaruu wa kadz-dzabuu bi-aayaatinaa (“Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami,”) yaitu, hati mereka kufur terhadap kebenaran, mengingkarinya dan mendustakannya serta menyelisihi para Rasul dan sombong untuk mengikuti mereka, fa ulaa-ika laHum ‘adzaabum muHiin (“Maka bagi mereka adzab yang menghinakan,”) yaitu sebagai balasan kesombongan dan pembangkangan mereka kepada kebenaran, seperti firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan dakhirin,” (QS. Al-Mu’min: 60). Yaitu hina dina.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: