Arsip | 21.00

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Mu’minuun ayat 17

17 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minuun
(Orang-orang Yang Beriman)
Surah Makkiyyah; surah ke 23: 118 ayat

tulisan arab alquran surat al mu'minuun ayat 17“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atasmu tujuh buah jalan (tujuh buah langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan [Kami].”) (QS. Al-Mu’minuun: 17)

Firman Allah Ta’ala: sab’a tharaa-iqa (“Tujuh buah jalan.”) Mujahid mengatakan: “Yakni tujuh lapis langit.” Demikianlah, di sini Allah berfirman:
Wa laqad khalaqnaa fauqakum sa’ba tharaa-iqa wamaa kunnaa ‘anil khalqi ghaafiliin (“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atasmu tujuh buah jalan [tujuh buah langit]. Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan [Kami].”) Maksudnya, tidak ada satu langit pun yang menghalangi Allah dari langit lainnya, tidak juga satu bumi menghalangi-Nya dari bumi yang lain. Dan tidaklah suatu gunung melainkan Dia mengetahui apa yang ada di baliknya, tidak juga lautan melainkan Dia mengetahui apa yang ada di dasarnya. Dia mengetahui jumlah gunung-gunung, bukit, kerikil, lautan, gurun dan pepohonan.

Bersambung

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Mu’minuun ayat 12-16

17 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minuun (Orang-orang Yang Beriman)
Surah Makkiyyah; surah ke 23: 118 ayat

tulisan arab alquran surat al mu'minuun ayat 12-16“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (QS. 23:12) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (QS. 23:13) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. 23:14) Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. (QS. 23:15) Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari Kiamat. (QS. 23:16)” (al-Mu’minuun: 12-16)

Allah Ta’ala berfirman seraya memberitahukan mengenai permulaan penciptaan manusia dari saripati (berasal) dari tanah, yaitu Adam’. Allah Ta’ala telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Mujahid mengemukakan: “Min sulaalatin berarti dari mani anak cucu Adam.” Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa, dari Nabi saw, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari satu genggaman tanah yang digenggam-Nya dari seluruh permukaan bumi. Kemudian anak-anak Adam datang sesuai dengan kadar warna tanah. Di antara mereka ada yang merah, putih, hitam, dan di antara hal tersebut, juga ada yang jahat dan ada juga yang baik, serta di antara keduanya.”

Hadits tersebut telah diriwayatkan Abu Dawud dan at-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih.

Tsumma ja’alnaaHu nuth-fatan (“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani.”) Dhamir (kata ganti) di sini kembali kepada jenis manusia, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam ayat yang lain: “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dart saripati air yang jijik (air mani).” (QS. As-Sajdah: 7-8). Maksudnya, lemah dan berpindah dari satu keadaan menuju keadaan yang lain dan dari satu sifat ke sifat yang lain.

Oleh karena itu, di sini Allah Ta’ala berfirman: tsumma ja’alnan nuth-fata ‘alaqatan (“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah.”) Artinya, kemudian Kami jadikan nuthfah, yaitu air yang memancar yang keluar dari tulang rusuk yang berada di tulang punggung laki-laki dan tulang dada wanita, yang berada di antara tulang selangka dan pusar, sehingga menjadi segumpal darah merah yang memanjang.
`Ikrimah mengatakan: “Yaitu darah.”

Fakhalaqnal ‘alaqata mudl-ghatan (“Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging,”) yaitu segumpal daging yang tidak mempunyai bentuk tertentu dan tidak bergaris-garis. Fakhalaqnal mudl-ghata ‘idhaaman (“Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang,”) maksudnya, Kami (Allah) berikan bentuk yang memiliki kepala, dua tangan, dua kaki, dengan tulang-tulangnya, urat, dan otot-ototnya.

Dalam hadits shahih dari Abuz Zinad, dari al-A’raj, dari Abu Hurairah, dia bercerita, Rasulullah saw. bersabda: “Setiap jasad anak cucu Adam akan binasa, kecuali satu bagian pangkal ekor, darinya(lah) diciptakan dan padanya disusun.”

Fa kasaunal ‘idhaama lahman (“Lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging.”) Maksudnya, Kami jadikan daging yang dapat menutupi, mengokohkan, dan menguatkan. Tsumma ansya’naaHu khalqan aakhara (“Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain.” ) Yakni, kemudian Kami tiupkan ruh ke dalamnya, sehingga dia pun bergerak dan menjadi makhluk lain yang mempunyai pendengaran, penglihatan, pengetahuan, gerakan, dan goncangan. fatabaarakallaaHu ahsanul khaaliqiin (“Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.”)

Al-‘Aufi menceritakan dari Ibnu `Abbas: Tsumma ansya’naaHu khalqan aakhara (“Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain.”) yakni, Kami pindahkan dari satu keadaan menuju keadaan yang lain sehingga lahir sebagai seorang anak. Setelah itu tumbuh sebagai anak kecil, lalu ia mengalami masa puber dan tumbuh menjadi remaja, selanjutnya tumbuh dewasa, kemudian menjadi tua, hingga akhirnya menjadi tua renta.

Hal serupa juga diriwayatkan dari Qatadah dan adh-Dhahhak, dan tidak ada pertentangan, di mana dari permulaan peniupan ruh ke dalamnya ditetapkan pada berbagai proses dan keadaan. Wallahu a’lam.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah ibnu Mas’ud, ia bercerita, Rasulullah saw. memberitahu kami, yang beliau adalah selalu jujur dan dibenarkan:
“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut (rahim) ibunya selama empat puluh hari berupa nuthfah (air mani), kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (empat puluh hari), lalu menjadi gumpalan seperti sekerat daging, selama itu juga, kemudian diutuslah kepadanya Malaikat, maka ia (Malaikat) meniupkan ruh padanya dan Malaikat itu diperintahkan untuk (menulis) empat perkara; rizkinya, ajal (umur)nya, amal perbuatannya, dan (apakah dia) sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada Ilah (yang haq) selain Dia, sesungguhnya salah seorang diantara kalian akan mengerjakan amalan penghuni surga sehingga (jarak) antara dirinya dengan surga hanya satu hasta saja, namun dia didahului oleh ketetapan (takdir) Allah sehingga dia mengerjakan perbuatan penghuni neraka, hingga akhirnya dia masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kalian akan mengerjakan perbuatan penghuni neraka sehingga (jarak) antara dirinya dengan neraka tinggal satu hasta saja, namun ketetapan (takdir) Allah mendahuluinya sehingga dia mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, hingga akhirnya dia masuk surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Firman Allah Ta’ala: fatabaarakallaaHu ahsanul khaaliqiin (“Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.”) Yakni, ketika Dia menyebutkan kekuasaan dan kelembutan-Nya dalam penciptaan nuthfah ini dari satu keadaan menjadi keadaan yang lain (proses), dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, sehingga menjadi satu bentuk, yaitu manusia yang mempunyai ciptaan yang normal lagi sempurna. Wallahu a’am.

Firman-Nya: tsumma innakum ba’da dzaalika lamayyituun (“Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.”) Yakni, setelah penciptaan yang pertama dari ketiadaan, kalian kelak akan menemui kematian. Tsumma innakum yaumal qiyaamati tub’atsuun (“Kemudian, sesungguhnya kamu semua akan dibangkitkan [dari kuburmu] di hari Kiamat.”) Yakni, penciptaan yang terakhir.

tsummallaaHu yunsyi-un nasy-atal aakhirata (“Kemudian Allah menjadikannya sekali lagi.”) (QS. Al-`Ankabuut: 20).
Yakni, pada hari kebangkitan, dan bangkitnya ruh-ruh menuju jasad masing-masing. Lalu semua makhluk dihisab dan setiap pelaku perbuatan akan diberikan balasan sesuai dengan perbuatannya. Jika baik maka dia akan mendapatkan kebaikan, dan jika buruk maka dia akan mendapatkan balasan keburukan pula.

Bersambung

Belajar Hiwar: Mengenal Lingkungan Sekolah

17 Agu

Sumber: Buku Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah VII
Kementerian Agama Republik Indonesia

percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah1 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah2 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah3 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah4 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah5 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah6 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah7 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah8 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah9 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah10 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah11 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah12 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah13 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah14 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah15 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah16 percakapan bahasa arab tsanawiyah -hal yang berkenaan dengan sekolah17

 

&

Belajar Hiwar: Aktifitas Keluarga Sehari-hari

17 Agu

Sumber: Buku Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah VII
Kementerian Agama Republik Indonesia

percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari2 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari3 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari4 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari5 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari6 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari7 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari8 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari9 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari10 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari11 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari12 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari13 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari14 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari15 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari16 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari17 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari18 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari19 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari20 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari21 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari22 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari23 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari24 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari25 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari26 percakapan bahasa arab tsanawiyah - min yaumiyyaatil ustrati -aktifitas keluarga sehari-hari27

Belajar Hiwar: Aktifitas di Kelas

17 Agu

Sumber: Buku Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah VII
Kementerian Agama Republik Indonesia

percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas1percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas2

percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas4 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas5 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas6 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas7 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas8 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas9 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas10 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas11 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas12 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas13 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas14 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas15 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas16 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas17 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas18 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas19 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas20 percakapan bahasa arab tsanawiyah - fil fashli- di kelas21

Belajar Hiwar: Rumahku

17 Agu

Sumber: Buku Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah VII
Kementerian Agama Republik Indonesia

percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku1 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku2 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku3 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku4 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku5 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku6 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku7 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku8 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku9 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku10 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku11 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku12 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku13 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku14 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku15 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku16 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku17 percakapan bahasa arab tsanawiyah - baitii -rumahku18

Belajar Hiwar: Tentang Alamat

17 Agu

Sumber: Buku Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah VII
Kementerian Agama Republik Indonesia

percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat2 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat3 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat4 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat5 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat6 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat7 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat8 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat9 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat10 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat11 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat12 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat13 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat14 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat15 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-unwaanu - alamat16

 

&

Belajar Hiwar: Mengenal Warna

17 Agu

Sumber: Buku Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah VII
Kementerian Agama Republik Indonesia

percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna2 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna3 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna4 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna5 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna6 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna7 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna8 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna9 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna10 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna11 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna12 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna13 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna14 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna15 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna16 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna17 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna18 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna19 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna20 percakapan bahasa arab tsanawiyah - al-alwaan -warna21

 

&

Belajar Hiwar: Mengenal Sesuatu

17 Agu

Sumber: Buku Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah VII
Kementerian Agama Republik Indonesia

percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu2 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu3 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu4 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu5 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu6 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu7 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu8 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu9 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu10 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu11 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu12 percakapan bahasa arab tsanawiyah - man Haadzaa - mengenal sesuatu13

 

&