Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Mu’minuun ayat 31-41

19 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minuun
(Orang-orang Yang Beriman)
Surah Makkiyyah; surah ke 23: 118 ayat

tulisan arab alquran surat al mu'minuun ayat 31-41“Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain. (QS. 23:31) Lalu Kami utus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): ‘Ibadahilah Allah olehmu sekalian, sekali-kali tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)? (QS. 23:32) Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia. ‘(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia sepertimu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.’ (QS. 23:33) Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang sepertimu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi. (QS. 23:34) Apakah ia menjanjikan kepadamu sekalian, bahwa bila kamu telab mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)? (QS. 23:35) Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepadamu itu, (QS. 23:36) kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi, (QS. 23:37) Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya.’ (QS. 23:38) Rasul itu berdo’a: ‘Ya Rabbku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku.’ (QS. 23:39) Allah berfirman: ‘Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.’ (QS. 23:40) Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan haq dan Kami jadikanmereka (sebagai) sampah banjir, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang dhalim itu. (QS. 23:41)” (al-Mu’minuun: 31-41)

Allah Ta’ala memberitahukan, bahwasanya setelah (Dia menciptakan) kaum Nuh, Dia menciptakan umat yang lain. Ada yang berpendapat: “Yang dimaksud dengan umat tersebut adalah kaum `Aad, karena mereka itulah yang datang setelah mereka.” Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah kaum Tsamud. Hal itu didasarkan pada firman-Nya: fa akhadznaa Humush-shaihatu bil haqqi (“Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan haq.”) Allah Ta’ala juga telah mengutus seorang Rasul kepada mereka yang juga berasal dari kalangan mereka sendiri, lalu mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya. Tetapi mereka malah mendustakan dan menentangnya seraya menolak untuk mengikutinya karena dia hanya manusia biasa seperti mereka, dan mereka menolak untuk mengikuti Rasul yang berasal dari manusia biasa. Bahkan mereka mendustakan pertemuan dengan Allah pada hari Kiamat kelak, dan mereka juga mengingkari kebangkitan.

Mereka mengatakan: aya ‘idukum annakum idzaa mittum wa kuntum turaabaw wa ‘idhaaman annakum mukhrajuuna. HaiHaata HaiHaata limaa tuu’aduun (“Apakah ia menjanjikan kepadamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan [dari kuburmu]? Jauh, jauh sekali [dari kebenaran] apa yang diancamkan kepadamu itu.”) Yakni, setelah itu: in Huwa illaa rajuluniftaraa ‘alallaaHi kadziban (“Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.”) Yakni, pada apa yang dibawanya; berupa risalah, peringatan, dan berita tentang kebangkitan.

Wa maa nahnu laHuu bimu’miniin. Qaala rabbinshurnii bimaa kadz-dzabuun (“’Dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya.’ Rasul itu berdo’a: ‘Ya Rabbku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku.’”) Sang Rasul itu meminta kepada Rabbnya agar mereka diberikan kemenangan seraya memohon bantuan kepada-Nya dalam menghadapi mereka, hingga akhirnya Allah mengabulkan do’anya.

Qaala ‘ammaa qaliilil layushbihunna naadimiin (“Allah berfirman: ‘Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.’”) Yakni, atas tindakan mereka menentangmu dan memusuhimu terhadap apa yang kamu bawa. Fa akhadzat Humush-shaihatu bil haqqi (“Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan haq,”) maksudnya, mereka memang berhak mendapatkan hal tersebut dari Allah Ta’ala atas kekufuran dan kesewenangan mereka. Yang tampak secara lahiriyah, telah berkumpul kepada mereka suara keras yang disertai angin kencang lagi dahsyat dan sangat dingin.

Faja’alnaaHum ghutsaa-an (“Dan Kami jadikan mereka [sebagai] sampah banjir,”) yakni, hancur binasa seperti buih ketika banjir, yang sangat hina, tidak berguna, lagi rusak binasa yang tiada lagi membawa manfaat sama sekali.

Fa bu’dal liqaumidh-dhaalimiin (“Maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang dhalim itu,”) akibat kekufuran, permusuhan, danpenentangan mereka terhadap Rasul Allah. Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang mendengar berhati-hati agar tidak mendustakan Rasul mereka.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: