Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Mu’minuun ayat 108-111

22 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minuun
(Orang-orang Yang Beriman)
Surah Makkiyyah; surah ke 23: 118 ayat

tulisan arab alquran surat al mu'minuun ayat 108-111“Allah berfirman: ‘Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan-Ku. (QS. 23:108) Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo’a (di dunia): ‘Ya Rabb kami, kami telah beriman maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.’ (QS. 23:109) Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka menjadikanmu lupa mengingat-Ku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka, (QS. 23:110) Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang. (QS. 23:111)” (al-Mu’minuun: 108-111)

Yang demikian ini merupakan jawaban dari Allah Ta’ala untuk orang-orang kafir jika mereka meminta keluar dari api neraka dan kembali ke dunia ini. Di mana Dia berfirman: ikh-sa-uu fiiHaa (“Tinggallah dengan hina di dalamnya,”) maksudnya, tetap tinggallah kalian di dalamnya dalam keadaan hina dina lagi penuh kerendahan. Walaa tukallimuun (“Dan janganlah kamu berbicara dengan-Ku.”) Maksudnya, janganlah kalian kembali kepada permintaan kalian ini, karena tidak ada jawaban dari-Ku bagi kalian.

Selanjunya, Allah Ta’ala berfirman seraya mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka di dunia dan tindakan mereka yang dulu menghinakan ibadah orang-orang mukmin dan para wali-Nya, di mana Allah Ta’ala berfirman: innaHuu kaana fariiqum min ‘ibaadii yaquuluuna rabbanaa aamannaa faghfirlanaa warhamnaa wa anta khairur raahimiin. Fat-takhadz-tumuuHum sikh-riyyan (“Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo a [di dunia]: ‘Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.’ Lalu kamu menjadikan mereka sebagai buah ejekan.”)

Maksudnya, kalian justru mencela tindakan mereka yang berdo’a kepada-Ku serta ketundukan mereka kepada diri-Ku: hattaa ansaukum dzikrii (“Sehingga [kesibukan] kamu mengejek mereka menjadikan kamu lupa mengingat-Ku.”) Yakni, sebagian mereka telah membuat kalian lupa untuk bermu’amalah dengan-Ku. Wa kuntum minHum yadl-hakuun (“Dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka.”) Yakni, mentertawakan apa yang mereka lakukan dan juga ibadah mereka.

Kemudian Allah Ta’ala menceritakan tentang balasan yang akan Dia berikan kepada para wali-Nya dan juga hamba-hamba-Nya yang shalih, dimana Dia berfirman: innii jazaitu Humul yauma bimaa shabaruu (“Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka.”) Yakni, atas tindakan menyakitkan kalian terhadap mereka dan ejekan kalian terhadap mereka.

annaHum Humul faa-izuun (“Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.”) Yakni, Aku jadikan mereka sebagai orang-orang yang menang dengan mendapatkan kebahagiaan, keselamatan, surga, dan keselamatan dari api neraka.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: