Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anfaal Ayat 11-14

23 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfaal
(Harta Rampasan Perang)
Surah Madaniyyah; surah ke 8: 75 ayat

tulisan arab alquran surat al anfaal ayat 11-14“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikanmu dengan hujan itu dan menghilangkan darimu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu). (QS. 8:11) (Ingatlah), ketika Rabbmu mewahyukan kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku bersamamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.’ Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala-kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (QS. 8:12) (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. 8:13) Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) adzab neraka. (QS. 8:14)” (al-Anfaal: 11-14)

Dengan firman-Nya ini, Allah Ta’ala mengingatkan orang-orang beriman akan berbagai kenikmatan yang Dia berikan kepada mereka, di antaranya adalah adanya rasa kantuk yang menimpa mereka. Dengan rasa kantuk ini Allah memberikan rasa aman kepada mereka dari ketakutan yang timbul karena banyaknya jumlah musuh dan sedikitnya jumlah mereka.

Demikian pula yang Allah Ta’ala lakukan pada perang Uhud, sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Kemudian setelah kamu berduka-cita, Allah menurunkan kepadamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripadamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri.” (QS. Ali–‘Imraan: 154).

Abu Thalhah berkata: “Aku termasuk orang yang terkena kantuk pada perang Uhud dan pedangku terjatuh berkali-kali dari tanganku, pedang itu terjatuh lalu aku ambil dan terjatuh lagi, aku ambil lagi dan aku melihat mereka dalam keadaan ketakutan, padahal mereka ada di balik perisai.”

Sufyan ats-Tsauri berkata dari ‘Ashim, dari Abu Razin, dari `Abdullah bin Masud ra. bahwa ia berkata: “Rasa kantuk dalam peperangan adalah rasa aman yang datangnya dari Allah swt, sedangkan rasa kantuk dalam shalat datangnya dari syaitan.” Qatadah berkata: “Kantuk itu ada di kepala, sedangkan tidur ada di hati.”

Aku (Ibnu Katsir) berkata: “Kantuk itu telah menimpa kaum mukminin pada perang Uhud dan hal ini sangatlah terkenal, adapun ayat yang mulia tidak lain berbicara dalam konteks kisah perang Badar, ini menunjukkan bahwa rasa kantuk pun terjadi pada perang Badar dan seakan hal ini terjadi pada orang-orang beriman saat berkecamuknya peperangan, agar hati mereka menjadi tenang dan tenteram dengan pertolongan Allah dan hal ini adalah anugerah, kasih sayang dan kenikmatan dari Allah kepada mereka, sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Alam Nasrah: 6).

Karena inilah, tersebut dalam hadits shahih bahwasanya Rasulullah saw. pada perang Badar berada di bangsal tempat berteduh (kemah) bersama Abu Bakar ash-Shiddiq ra, keduanya memanjatkan do’a kepada Allah, kemudian Rasulullah saw. terkena kantuk, kemudian terbangun sambil bersabda: “Bergembiralah wahai Abu Bakar, inilah dia Malaikat Jibril dua gigi depannya siap membunuh.” Kemudian beliau keluar dari kemah sambil membaca firman Allah: sayuHzamul jam’u wa yuwalluunaddubur (“Golongna itu pasti dikalahkan dan mundur ke belakang”) (al-Qamar: 45)

Firman Allah: wa yunazzilu ‘alaikum minas samaa-i maa-an (“Dan Allah menurunkan kepadarnu hujan dari langit.”) Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas, berkata: “Nabi turun pada saat beliau berjalan menuju Badar, sementara orang-orang musyrik ada di hadapan mereka dan antara mereka dengan mereka ada gundukan pasir, kaum muslimin sangat kelelahan dan syaitan telah memasukkan rasa marah ke dalam hati mereka, syaitan berbisik: ‘Kalian mengaku,
bahwa kalian adalah para kekasih Allah, di tengah-tengah kalian ada Rasul-Nya, tetapi orang-orang musyrik telah mengalahkan kalian dalam menguasai air dan kalian shalat dalam keadaan junub.”

Maka Allah menurunkan hujan deras kepada mereka, lalu kaum muslimin bisa minum dan bersuci. Dan Allah pun menghilangkan kotoran-kotoran syaitan dari mereka dan pasir pun menjadi kokoh kuat ketika terkena hujan, manusia bisa berjalan di atasnya, begitu juga binatang-binatang, lalu mereka berjalan mendekati orang-orang musyrik. Allah swt memberikan bantuan kepada Nabi-Nya dan orang-orang beriman dengan seribu Malaikat, Malaikat Jibril dengan limaratus pasukannya, Malaikat Mikail dengan limaratus pasukannya.”

Yang terkenal ialah, bahwa Rasulullah saat berjalan menuju Badar, beliau mengambil tempat yang terdekat dengan air di sana. Maksudnya, pada sumber air pertama yang beliau temui. Maka majulah al-Hubab Ibnul Mundzir, lalu ia berkata: “Wahai Rasulullah, tempat yang engkau diami merupakan tempat yang ditentukan Allah yang kita tidak boleh melampauinya, ataukah engkau pilih dalam rangka perang dan tipu daya?” Maka Rasulullah saw. menjawab: “Justru aku menempatinya demi peperangan dan tipu daya.” Maka al-Habab berkata: “Wahai Rasulullah, ini bukanlah tempat yang tepat, akan tetapi marilah kita berjalan hingga sampai mata air terdekat dengan musuh dan kita dalamkan bagian tengahnya dari sisi belakang dan telaga kita isi air, sehingga kita mempunyai air sedangkan mereka tidak memilik.”
Maka Rasulullah melanjutkan perjalanan dan melakukan seperti apa disarankan oleh al-Habab.

Firman Allah: liyuthaHHirakuum biHi (“untuk menyucikanmu dengan air itu”) Maksudnya, dari hadats kecil dan hadats besar. Penyucian ini adalah penyucian lahiriah. Wa yudzHiba ‘ankum rijzasy-syaithaani (“Dan menghilangkan darimu ganggaan-gangguan syaithan.”) Maksudnya, dari bisikan atau lintasan buruk. Yaitu, penyucian bathin. Sebagaimana firman Allah yang berkenaan dengan penghuni surga yang artinya: “Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak.” (QS. Al-Insaan: 21). Ini adalah hiasan lahiriah. Dan firman Allah: wa saqaaHum rabbuHum syaraaban thaHuuran (“Dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang suci.”) (QS. Al-Insaan: 21). Maksudnya (minuman) yang menyucikan (hati) dari sifat iri hati atau dengki atau saling membenci. Dan ini adalah perhiasan bathin dan kesuciannnya.

Wa liyarbitha ‘alaa quluubikum (“Dan untuk menguatkan hatimu.”) yaitu dengan kesabaran dan keteguhan untuk melawan musuh dan hal ini merupakan keberanian bathin. Wa yutsab-bita biHil aqdaam (“Dan memperteguh dengannya telapak kaki [mu].”) Hal ini merupakan keberanian lahiriah. Wallahu a’lam.

Firman Allah: idz yuuhii rabbuka ilal malaa-ikati annii ma’akum fatsabbitul ladziina aamanuu (“[Ingatlah] ketika Rabbmu mewahyukan kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku bersamamu, maka teguhkanlah [pendirian] orang-orang yang telah beriman.”)
Ini adalah nikmat tersembunyi, Allah Ta’ala menampakkannya kepada mereka agar mereka mensyukurinya, yaitu bahwasanya Allah Ta’ala yang Mahatinggi, Mahasucl, terus bertambah kebaikan-Nya dan Mahaagung, mewahyukan kepada para Malaikat yang diturunkan-Nya untuk menolong Nabi-Nya, agama-Nya dan golongan-Nya yang beriman, memberikan wahyu kepada mereka, yang hanya antara Allah dan mereka saja yang mengetahuinya, para Malaikat itu memberikan tsabat (ketegaran) kepada orang-orang yang beriman.

Ibnu Ishaq berkata: “Dukung dan perkokoh mereka.” Sedangkan ulama lain berkata: “Berperanglah bersama mereka.” Sedangkan menurut pendapat lain: “Perbanyaklah golongan mereka.”

Firman Allah: sa ulqii fii quluubil ladziina kafarur ru’ba (“Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan kepada hati orang-orang kafir.”) Maksudnya, tetap tegarlah kalian, wahai orang-orang yang beriman, lindungilah diri kalian terhadap musuh-musuh kalian atas perintah-Ku kepada kalian, Aku akan menimpakan rasa ketakutan, kerendahan dan kehinaan kepada siapa saja yang menyelisihi perintah-Ku dan mendustakan para Rasul-Ku.

Fadl-ribuu fauqal a’naaqi wadl-ribuu minHum kulla banaan (“Maka penggallah kepala-kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”) Maksudnya, penggallah kepala, lalu pisahkan kepala itu dari badannya dan potonglah leher mereka, potong pula organ-organ ujung mereka, yaitu tangan dan kaki.

Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang maksud dari: fauqal a’naaqi; Ada pendapat yang mengatakan: “Maksudnya adalah, penggallah kepala.” Ini merupakan pendapat `Ikrimah.
Pendapat lain mengatakan: “Maknanya yaitu, leher.” Ini merupakan pendapat adh-Dhahhak dan’Athiyyah al-Aufi. Yang memperkuat (penunjukkan kepada) makna ini, bahwa Allah Ta’ala memberi petunjuk kepada orang-orang mukmin kepada hal ini dalam firman-Nya: yang artinya: “Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), maka pancunglah batang
leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka.” (QS. Muhammad: 4).

Ar-Rabi’ bin Anas berkata: “Orang-orang pada perang Badar mengetahui siapa yang terbunuh oleh para Malaikat dan siapa yang terbunuh oleh mereka berdasarkan pukulan di atas tengkuk, dan pada ujung jari mereka ada semacam sengatan api.”

Firman-Nya: wadl-ribuu minHum kulla banaan (“Dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”) Ibnu Jarir`berkata: “Makna ayat ini adalah, dan pukullah wahai orang-orang yang beriman, setiap ujung organ tubuh dan ruas-ruas musuh-musuh kalian, yaitu ujung tangan dan kaki mereka.” “Kata “albanaan” adalah bentuk jamak dari kata “banaanatun” (jari, ujung jari).”

Firman Allah Ta’ala: dzaalika bi-annaHum syaaqqullaaHa wa rasuulaHuu (“[Ketentuan] yang demikian itu adalah karena mereka menentang Allah dan Rasul-Nya.”) Maksudnya, mereka (orang-orang musyrik itu) telah menyimpang dari Allah dan Rasul-Nya, lalu mereka berjalan pada satu syaqq (sisi). Dan Mereka meninggalkan syari’at dan keimanan kepadanya, serta mengikutinya pada satu syaqq lainnya. la (lafal Syaqq) juga terambil dari kata, syaqqal ‘asha, artinya njadikan tongkat itu dua bagian.

Wa may yusaaqiqillaaHa wa rasuulaHuu fa innallaaHa syadiidul ‘iqaab (“Dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.”) Maksudnya, Dialah yang menuntut, Yang Mengalahkan siapa saja yang menyelisihi dan menentang-Nya, tidak ada sesuatu pun yang terlewatkan dan tidak ada satu pun yang dapat menghalangi kemurkaan-Nya, Dia Mahabertambah kebaikan-Nya dan Mahatinggi, tidak ada Ilah selain Dia dan tidak ada Rabb selain-Nya.

Firman-Nya: dzaalikum fadzuuquuHu wa anna lil kaafiriina ‘adzaabun naar (“Itulah [hukum dunia yang ditimpakan atasmu], maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada [lagi] adzab neraka.”) Ayat ini ditujukan kepada orang-orang kafir, maksudnya, rasakanlah siksaan dan balasan ini di dunia dan ketahuilah juga, bahwa bagi orang-orang kafir ada siksa neraka di akhirat.

Bersambung

6 Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anfaal Ayat 11-14”

  1. Musyaf syauqi 25 Agustus 2015 pada 21.58 #

    subhanallah , menggugah hati!
    sambungannya apa nih .. bikin penasaran

    • untungsugiyarto 25 Agustus 2015 pada 22.05 #

      Sedang dikerjakan akhii, mohon doanya semoga postingnya lancar. Terimakasih atas apresiasinya.

  2. bmr18 27 Oktober 2015 pada 12.02 #

    afwan, ayat ini suka dipake sama non muslim sebagai bukti klo islam agama pedang

    • untungsugiyarto 27 Oktober 2015 pada 15.39 #

      Anda benar, bahkan ayat lain pun banyak dipelintir sbg hujjah kebathilan mereka. Yu-dlillu biHii katsiiraw wa yaHdii biHii katsiiran….

  3. bmr18 27 Oktober 2015 pada 15.49 #

    maha benar allah dengan segala firmannya. semoga kita diberi kekuatan dan kecerdasan akal untuk menjawab mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: