Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anfaal Ayat 20-23

26 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfaal
(Harta Rampasan Perang)
Surah Madaniyyah; surah ke 8: 75 ayat

tulisan arab alquran surat al anfaal ayat 20-23“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya), (QS. 8:20) dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata: ‘Kami mendengarkan,’ padahal mereka tidak mendengarkan. (QS. 8:21) Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak (tuli) dan bisu yang tidak mengerti apapun. (QS. 8:22) Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu). (QS. 8:23)” (al-Anfaal: 20-23)

Allah swt. memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya dan melarang mereka dari menyelisihi-Nya serta menyerupai orang-orang yang kafir yang menentangnya. Karena inilah Allah berfirman: walaa tawallau ‘anHu (“Da njangalah kamu berpaling daripada-Nya.”) Maksudnya, jangan kalian tidak mentaati-Nya, tidak melaksanakan perintah-perintah-Nya dan tidak meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Wa antum tasma’uun (“Sedang kamu mendengar [perintah perintah-Nya].”) Maksudnya, setelah kalian mengetahui apa yang Dia serukan kepada kalian.
Wa laa takuunuu kalladziina qaaluu sami’naa waHum laa tasma’uun (“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang [munafk] yang berkata: ‘Kami mendengarkan,’ padahal mereka tidak mendengarkan.”)

Ada pendapat mengatakan, bahwa yang dimaksud adalah orang-orang musyrik dan pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Ibnu Ishaq berkata: “Mereka adalah orang-orang munafik, sebab merekalah yang menampakkan, bahwa mereka telah mendengar dan merespon, padahal tidak demikian.”

Kemudian Allah swt. memberitahukan, bahwa manusia seperti ini adalah makhluk yang paling buruk dan juga termasuk perangai yang terburuk, karenanya Allah swt. berfirman: inna syarrad dawaabbi ‘indallaaHish shummu (“Sesungguhnya binatang [makhluk] yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang tuli.”)
Maksudnya, tuli mendengarkan kebenaran; albukmu (“bisu”) dari memahaminya. Karena inilah Allah berfirman: alladziina laa ya’qiluuna (“Yang tidak mengerti apa-apa.”) Maka merekalah seburuk-buruk makhluk, sebab seluruh yg melata selain mereka, taat kepada Allah sesuai dengan fungsi yang mana ia diciptakan untuknya, sementara itu mereka (orang-orang munafik) diperintahkan untuk beribadah lalu mereka kufur.

Pada ayat lain Allah berfirman yang artinya: “Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raaf: 179).

Kemudian Allah memberitahukan, bahwasanya mereka tidak mempunyai pemahaman yang benar dan tidak mempunyai pula tujuan yang benar jika diandaikan bahwa mereka mempunyai pemahaman. Karenanya Allah berfirman: walau ‘alimallaaHu fiiHim khairal la-asma’aHum (“Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar.”) Maksudnya, pastilah Allah memberikan pemahaman kepada mereka. Akan tetapi tidak ada kebaikan pada mereka, sehingga Allah tidak memberikan pemahaman kepada mereka, sebab Allah mengetahui bahwa: walau asma’aHum (“Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar.”) Kalau saja mereka dijadikan dapat memahami: latawallau (“Niscaya mereka pasti berpaling juga.”)
Darinya, dengan sengaja dan dengan membangkang setelah mereka memahaminya: wa Hum mu’ridluun (“Sedang mereka memalingkan diri”) darinya.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: