Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anfaal Ayat 47-49

9 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfaal
(Harta Rampasan Perang)
Surah Madaniyyah; surah ke 8: 75 ayat

tulisan arab alquran surat al anfaal ayat 47-49“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia, serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. (QS. 8:47) Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: ‘Tidak ada seorang manusia yang dapat menang terhadapmu pada hari ini dan sesungguhnya aku ini adalah pelindungmu.’ Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat-melihat (berhadapan), syaitan itu berbalik ke belakang seraya berkata: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya aku dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. 8:48) (Ingatlah), ketika orang-orang munafik, dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: ‘Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya.’ (Allah berfirman): ‘Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.’ (QS. 8:49)” (al-Anfaal: 47-49)

Setelah menyuruh orang-orang yang beriman untuk senantiasa ikhlas dalam berperang dan banyak berdzikir kepada-Nya, Allah berfirman, melarang mereka bertasyabbuh (menyerupai) orang-orang musyrik, yang keberangkatan mereka dari negerinya dalam keadaan menentang kebenaran.

Wa ri-aa-annaasi (“Dan dengan maksud riya’ kepada manusia.”) Yaitu, berbangga-bangga dan menyombongkan diri kepada mereka. Sebagaimana yang dikatakan Abu Jahal ketika dikatakan kepadanya: “Sesungguhnya kafilah itu telah selamat, maka pulanglah kalian kembali.” Dan kemudian Abu Jahal menjawab: “Tidak, demi Allah, kami tidak akan pulang sehingga kami mendatangi air di Badar, menyembelih binatang ternak, meminum khamr, mendengarkan musik, sehingga bangsa Arab akan berbicara tentang kedudukan kami di sana dan tentang hari-
hari kemenangan kita selamanya.” Kemudian hal itu berbalik total, karena tatkala mereka mendatangi sumber air di Badar, mereka hanya mendatangi kematian. Dan mereka tertumpuk di lembah Badar dalam keadaan hina, kerdil dan celaka di dalam siksa yang abadi.

Oleh karena itu Allah berfirman: wallaaHu bimaa ta’maluuna muhiith (“Dan ilmu Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.”) Yaitu, mengetahui tujuan dan maksud mereka. Oleh karena itu, Allah membalas tindakan mereka tersebut dengan balasan yang seburuk-buruknya kepada mereka.

Dan firman-Nya: wa idz zayyana laHumusy syaithaanu a’maalaHum wa qaala laa ghaaliba lakumul yauma minan naasi wa innii jaarul lakum (“Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: ‘Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini. Dan sesungguhnya aku ini adalah pelindungmu.’”) [Maksudnya] syaitan [-semoga Allah melaknatnya-] menjadikan baik, apa yang mereka kerjakan dan inginkan. la menjadikan mereka merasa optimis, bahwa tiada seorang manusia pun yang dapat mengalahkan mereka pada hari itu. Syaitan itu juga menghilangkan rasa takut untuk mendatangi musuh-musuh mereka, yaitu Bani Bakar. Di mana ia mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah pelindung kalian.”

Hal itu yaitu (dengan cara), ia (syaitan) menampakkan dirinya dalam sosok Suraqah bin Malik bin Ju’syam, tokoh Bani Mudlij dan pembesar daerah itu. Padahal semuanya itu berasal dari syaitan. Sebagaimana Allah Ta’ala telah berfirman mengenai syaitan, yang artinya: “Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membarigkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka.” (QS. An-Nisaa’: 120)

Ibnu Juraij menceritakan, mengenai ayat tersebut, Ibnu `Abbas mengatakan: “Ketika terjadi perang Badar, Iblis berjalan dengan membawa panjinya dan bala tentaranya bersama orang-orang musyrik. Dan ia (syaitan) memasukkan ke dalam hati orang-orang musyrik penegasan: “Bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian dan sesungguhnya aku adalah pelindung bagi kalian.” Dan ketika mereka bertemu, syaitan melihat ke kumpulan para Malaikat, maka: nakasha ‘alaa ‘aqibaiHi (“Syaitan itu berbalik ke belakang.”) Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Maka syaitan itu pun kembali pulang seraya mengatakan: innii barii-um minkum innii araa maa laa tarauna (“Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian. Sesungguhnya aku dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihat.”)

Firman Allah swt. selanjutnya: idz yaquulul munaafiquuna wal ladziina fii quluubiHim maradlun gharra Haa-ulaa-i diinuHum (“Ingatlah, ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: ‘Mereka itu [orang-orang mukmin] ditipu oleh agamanya.”)

`Ali bin Abi Thalhah menceritakan, dari Ibnu `Abbas mengenai ayat tersebut di atas, ia menuturkan:
“Ketika kaum kafir dan kaum muslimin sudah saling mendekat, maka Allah menjadikan kaum muslimin berjumlah sedikit di mata orang-orang musyrik dan Allah pun menjadikan jumlah orang-orang musyrik berjumlah sedikit dalam pandangan mata kaum muslimin. Kemudian orang-orang musyrik mengatakan: ‘Mereka itu (kaum muslimin) telah ditipu oleh agama mereka.’
Mereka katakan hal tersebut karena dalam pandangan mereka kaum muslimin berjumlah sedikit. Sehingga dengan demikian itu, mereka menyangka bahwa mereka akan dapat mengalahkan kaum muslimin tanpa kesulitan sedikit pun.”

Dan firman-Nya lebih lanjut: wa may yatawakkal ‘alallaaHi (“Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah.”) Yakni, bersandar kepada-Nya. Fa innallaaHa ‘aziizun (“Maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa.”) Maksudnya, Allah tidak dapat dianiaya orang yang bersandar kepada-Nya, karena Allah Ta’ala Mahaperkasa, Mahamenolak dan Mahaagung kekuasaan-Nya.

Hakiim (“Lagi Mahabijaksana.”) Yaitu dalam semua perbuatan-Nya, di mana Allah tidak meletakkan sesuatu melainkan pada tempatnya, sehingga Allah tidak memenangkan suatu kaum melainkan kaum yang memang berhak mendapatkan kemenangan, serta menghinakan kaum yang memang berhak memperolehnya.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: