Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Israa’ Ayat 45-46

13 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Israa’
(Memperjalankan di Malam Hari)
Surah Makkiyyah; surah ke 17: 111 ayat

tulisan arab alquran surat al israa ayat 45-46“Dan apabila kamu membaca al-Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, (QS. 17:45) dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Rabbmu saja dalam al Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang mereka karena bencinya. (QS. 17:46)” (al-Israa’: 45-46)

Jika kamu, hai Muhammad, membacakan al-Qur’an kepada orang-orang musyrik itu, maka Kami adakan antara dirimu dan mereka itu hijab yang menghalangi. Qatadah dan Ibnu Zaid mengemukakan, yaitu penutup dalam hati mereka. Sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala ini: “Mereka berkata: ‘Hati kami berada dalani tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu terdapat dinding.” (QS. Fushshilat: 5)

Yakni, dinding pemisah yang menghalangi dirinya sampai kepada kami, apa pun yang kamu katakan.

Firman-Nya: hijaaban mastuuran (“Suatu dinding yang tertutup.”) Dengan arti; yang menutupi, karena menghalangi. Ada juga yang mengartikan, yakni tertutup dari pandangan, sehingga tidak dapat melihat apa pun. Dengan demikian, hal itu berpengertian terdapat dinding pemisah antara mereka dengan petunjuk. Dan yang cenderung kepada pentarjihan pendapat tersebut adalah Ibnu Jarir.

Firman-Nya: wa ja’alnaa ‘alaa quluubiHim akinnatan (“Dan Kami adakan tutupan pada hati mereka.”) Kata akinnaH merupakan jamak dari kata kinan yang berarti sesuatu yang menutupi hati. Ay yafqaHuuHu (“Agar mereka tidak dapat memahaminya.”) Maksudnya, supaya mereka tidak dapat memahami Al-Qur’an.

Wa fii aadzaaniHim waqran (“Dan di dalam telinga mereka juga terdapat sumbatan.”) Yakni, beban yang menghalangi mereka dari mendengar al-Qur’an, suatu pendengaran yang bermanfaat dan memberikan petunjuk kepada mereka.

Firman-Nya: wa idzaa dzakarta rabbaka fil qur-aani wahdaHu (“Dan apabila kamu hanya menyebut Rabbmu saja dalam al-Qur’an.”) Maksudnya, jika engkau mengesakan Allah dalam bacaanmu dan engkau juga mengatakan tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah; wallau (“Niscaya mereka berpaling”) yakni, berpaling dan kembali kepada apa yang mereka fahami; ‘alaa adbaariHim nufuuran (“Ke belakang mereka karena bencinya.”) Kata nufuur dalam ayat ini merupakan jamak dari kata naafir, sebagaimana qu’uud merupakan jamak dari kata qaa’id. Boleh juga berkedudukan sebagai mashdar tanpa adanya kata kerja. WallaHu a’lam.

Mengenai firman Allah: wa idzaa dzakarta rabbaka fil qur-aani wahdaHu (“Dan apabila kamu hanya menyebut Rabbmu saja dalam al-Qur’an.”) Qatadah mengatakan bahwa ketika kaum muslimin mengatakan bahwa tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah, maka orang-orang musyrik pun mengingkari hal tersebut dan kalimat itu terlalu agung bagi mereka. Lalu Allah Ta’ala menolak mereka seraya meninggikan, mendukung dan memenangkannya atas orang-orang yang menentang kalimat tersebut Karena sesungguhnya ia merupakan kalimat yang barangsiapa bersikukuh dengannya, ia akan beruntung dan barangsiapa yang berperang dengan/untuknya, pasti akan menang.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: