Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Israa’ Ayat 67

14 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Israa’
(Memperjalankan di Malam Hari)
Surah Makkiyyah; surah ke 17: 111 ayat

tulisan arab alquran surat al israa ayat 67“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkanmu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.” (QS. Al-Israa’: 67)

Allah yang Mahasuci lagi Mahatinggi memberitahukan bahwa manusia jika ditimpa kesusahan, maka mereka akan berdo’a kepada-Nya seraya kembali kepada-Nya serta mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Oleh karena itu, Dia berfirman: wa idzaa massakumudl-dlurru fil bahri dlalla man tad’uuna illaa iyyaaHu (“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia.”)

Yakni, telah hilang dari hati kalian semua yang telah kalian jadikan sembahan selain Allah. Sebagaimana yang telah sesuai dengan kejadian terhadap ‘Ikrimah bin Abu Jahal, ketika ia pergi melarikan diri dari Rasulullah, yaitu pada saat pembebasan kota Makkah. la pergi melarikan diri dengan mengarungi bahtera menuju ke Habasyah (Ethiopia). Kemudian mereka diterpa angin badai, lalu sebagian kaum berkata kepada sebagian lainnya: “Sesungguhnya tidak ada yang dapat kalian kerjakan kecuali berdoa kepada Allah semata.”

Maka `Ikrimah pun berkata dalam dirinya sendiri, “Demi Allah, selain Dia tidak ada yang dapat memberi manfaat di lautan, demikian pula di daratan. Ya Allah, aku berjanji kepada-Mu, jika Engkau mengeluarkanku dari laut ini, niscaya aku akan pergi dan aku akan letakkan tanganku ke tangan Muhammad, dan aku akan mendapatkan dirinya sebagai seorang yang santun lagi penyayang.”
Lalu mereka pun keluar dari laut, kemudian is kembali kepada Rasulullah saw. dan memeluk Islam dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah meridhai dan memberikan keridhaan kepadanya.

Dan firman-Nya: falammaa najjaakum ilal barri a’radl-tum (“Maka tatkala Dia menyelamatkanmu ke daratan, kamu berpaling.”) Maksudnya, kalian melupakan apa yang telah kalian akui keesaan-Nya di laut dan kalian juga berpaling dari berdo’a kepada-Nya semata, yang tiada sekutu bagi-Nya.

Wa kaanal insaanu kafuuran (“Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.”) Yang sudah menjadi sifat manusia adalah melupakan dan mengingkari nikmat kecuali orang-orang yang dipelihara oleh Allah swt.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: