Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nahl ayat 10-11

15 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl (Lebah)
Surah Makkiyyah; surah ke 16: 128 ayat

tulisan arab alquran surat an nahl ayat 10-11“Dia-lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang (pada tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. (QS. 16:10) Dia menumbuhkan bagimu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 16:11)” (QS. An-Nahl: 10-11)

Ketika Allah telah menyebutkan apa yang telah Dia berikan nikmat kepada mereka, yaitu berupa binatang-binatang ternak, dan binatang-binatang melata, mulailah Dia menyebutkan nikmat-Nya yang diberikan kepada mereka yaitu berupa turunnya hujan dari langit, yang di dalam hujan itu ada air minum dan kenikmatan dunia untuk mereka dan binatang-binatang mereka.

Maka Allah berfirman: lakum minHu syaraabun (“Dan untukmu sebagiannya menjadi minuman.”) Maksudnya, Allah menjadikannya tawar lagi cair, yang mudah bagimu meminumnya, dan Allah tidak menjadikannya asin lagi pahit.

Wa minHu syajarun fiiHi tusiimuun (“Dan sebagiannya [menyuburkan] tumbuh-tumbuhan yang [pada tempat tumbuhnya] kamu mengembalakan ternakmu.”) Maksudnya Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dari hujan itu untukmu, yang kamu semua menggembalakan ternak-ternakmu di tempat itu, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu `Abbas, `Ikrimah, adh-Dhahhak, Qatadah dan Ibnu Zaid dalam Firman Allah: fiiHi tusiimuun (“Di tempat itu kamu menggembalakan ternakmu.”)

Tusiimuun; yaitu menggembalakan, dari lafazh itu pula disebut “al-ibilus saa-imatu” artinya, Unta yang digembalakan. Akar kata dari kata tersebut artinya penggembalaan.

Dan firman Allah: yunbitu lakum biHiz zar’a waz zaituuna wan nakhila wal a’naaba wa min kulits tsamaraat (“Dia menumbuhkan bagimu dengan air hujan itu tanaman-tanaman, zaituun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan,”) maksudnya Allah mengeluarkannya dari bumi, dengan air yang hanya satu macam ini, keluarlah buah-buahan itu dengan segala perbedaan, macamnya, rasanya, warnanya, baunya dan bentuknya.

Dan untuk itu Allah berfirman: inna fii dzaalika la-aayatal liqaumiy yatafakkaruun (“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda [kekuasaan- Allah] bagi kaum yang memikirkan,”) maksudnya sebagai dalil dan bukti bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan sebenarnya) kecuali Allah.

Sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).” (an-Naml: 60) kemudian Allah berfirman:

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: