Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nahl ayat 45-47

18 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl (Lebah)
Surah Makkiyyah; surah ke 16: 128 ayat

tulisan arab alquran surat an nahl ayat 45-47“Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya adzab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari, (QS. 16:45) atau Allah mengadzab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (adzab itu) (QS. 16:46) atau Allah mengadzab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Rabbmu adalah Mahapengasih lagi Maha-penyayang. (QS. 16:47)” (an-Nahl: 45-47)

Allah memberi khabar tentang kemurahan-Nya dan penangguhan-Nya terhadap orang-orang ahli maksiat yang melakukan dan mengajak kepada kejahatan, menipu daya manusia, serta membawa mereka dalam kejahatan itu. Padahal Allah mampu untuk meleyapkan mereka ke dalam bumi atau mendatangkan siksa di luar pengetahuan mereka, maksudnya sekiranya mereka tidak mengetahui datangnya siksa itu kepada mereka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersamamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu menggoncang?” (QS. Al-Mulk: 16)

Juga firman Allah Ta’ala: au ya’khudzaHum fii taqallubiHim (“Atau Allah menyiksa mereka di saat mereka dalam perjalanan,”) maksudnya, dalam perjalanan dan kesibukan mereka dalam mencari ma’isyah (penghidupan), dalam bepergian dan sejenisnya yang berupa kesibukan yang menyenangkan.

Mujahid, adh-Dhahhak dan Qatadah berkata: fii taqallubiHim, di saat mereka dalam perjalanan “di waktu malam dan Siang,” sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha/siang ketika mereka sedang bermain?” (QS. Al-A’raaf: :97-98)

Firman Allah: fa maa Hum bimu’jiziin (“Maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak [adzab itu].”) Maksudnya, mereka tidak dapat menolak kekuasaan Allah, walau dalam keadaan apapun mereka.

Dan firman Allah: au ya’khudzaHum ‘alaa takhawwufi (“Atau Allah mengadzab mereka dengan berangsur-angsur [sampai binasa],”) maksudnya atau Allah mengadzab mereka di saat mereka dalam ketakutan dari siksa-Nya, karena sesungguhnya hal itu sangat mengena dan sangat keras. Karena kejadian sesuatu yang dikhawatirkan bila bersamaan dengan ketakutan adalah sangat dahsyat. Maka dari itu al-‘Aufi berkata dari Ibnu `Abbas: au ya’khudzaHum ‘alaa takhawwufi (“Atau Allah mengadzab mereka dengan berangsur-angsur [sampai binasa],”) Ibnu Abbas berkata: “Jika Engkau menghendaki siksalah dia setelah kematian temannya, dan di saat dia ketakutan dan kematian itu.”

Kemudian Allah berfirman: fa inna rabbakum lara-uufur rahiim (“Maka sesungguhnya Rabbmu adalah Mahapengasih lagi Mahapenyayang.”) maksudnya Dia tidak menyegerakan siksa terhadapmu, sebagaimana disebutkan dalan ash-Shahihain: “Tidak ada seorangpun yang lebih sabar atas siksa yang dia dengar dari Allah, sesungguhnya mereka membuat anak bagi Allah, padahal Allah memberi rizki dan menyejahterakan mereka.”

Juga di sebutkan dalam ash-Shahihain: “Sesungguhnya Allah memberi penangguhan (adzab) kepada orang-orang dhalim sehingga jika Allah menyiksanya, Allah tidak akan melepaskannya.” Kemudian Rasulullah membaca [yang artinya]: “Dan begitulah adzab Rabbmu apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat dhalim, sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (QS. Huud: 102)

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: