Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nahl ayat 90

18 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl (Lebah)
Surah Makkiyyah; surah ke 16: 128 ayat

tulisan arab alquran surat an nahl ayat 90“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. an-Nahl: 90)

Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Dia memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat adil, yakni mengambil sikap tengah dan penuh keseimbangan, serta menganjurkan untuk berbuat kebaikan. Yang demikian itu senada dengan firman-Nya yang lain:
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syuura: 40)

`Ali bin Abi Thalhah mengatakan, dari Ibnu `Abbas: innallaaHa ya’muru bil ‘adl (“Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat adil,”) dia mengatakan: “Yaitu kesaksian, bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah.”
Sufyan bin`Uyainah mengatakan: “Adil di sini adalah sikap sama dalam melakukan amal untuk Allah, baik amal yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Ihsan adalah, seseorang yang bathinnya itu lebih baik dari yang nampak (dhahirnya).
Al fahsya dan al-munkar adalah, seseorang yang dhahirnya itu lebih baik dari bathinnya.

Firman Allah Ta’ala: wa iitaa-i dzil qurbaa (“Dan memberi kepada kaum kerabat,”) maksudnya, Dia memerintahkan untuk menyambung silaturahmi, sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam ayat yang lain: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan serta janganlah bersikap mubadzir.” (QS. Al-Israa’: 26)

Firman-Nya: wa yanHaa ‘anil fahsyaa-i wal munkar (“Dan Allah melarang dari perbuatan keji dan munkar.”) Kata fawaahisy berarti berbagai perbuatan yang diharamkan. Sedangkan munkaraat berarti perbuatan haram yang tampak dilakukan seseorang. Karena itu, di tempat lain, Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah: ‘Rabbku hanya mengharamkan berbagai macam faahisyah (omongan keji), baik yang tampak maupun yang tersembunyi.’” (QS. Al-A’raaf: 33)

Sedangkan al-baghyu berarti permusuhan terhadap umat manusia. Dalam sebuah hadits disebutkan: “Tidak ada dosa yang paling layak untuk disegerakan Allah siksanya di dunia di samping siksa yang disiapkan untuk pelakunya di akhirat, selain al-baghyu (sikap permusuhan) dan pemutusan silaturahmi.”

Firman-Nya: ya’idhukum (“Dia memberi pengajaran kepadamu,”) yakni, Dia menyuruh kalian berbuat kebaikan dan melarang kalian berbuat keburukan. La’allakum tadzakkaruun (“Supaya kamu dapat mengambil pelajaran.”) Asy-Sya’bi mengungkapkan, dari Basyir bin Nuhaik, aku pernah mendengar Ibnu Mas’ud berkata, “Sesungguhnya ayat al-Qur’an yang paling komprehensif (mencakup) terdapatdi dalam surat an-Nahl, yaitu: innallaaHa ya’murukum bil ‘adl wal ihsaani (“Sesungguhnya Allah menyuruhmu berlaku adil dan berbuat kebaikan,”) dari ayat seterusnya. Demikian yang diriwayatkan Ibnu Jarir.

Mengenai sebab turunnya ayat al-Qur’an ini, telah disebutkan sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Nadhar memberitahu kami, `Abdul Hamid memberitahu kami, Syahr memberitahuku, `Abdullah bin `Abbas memberitahuku, dia bercerita, ketika Rasulullah duduk-duduk di beranda rumahnya, tiba-tiba `Utsman bin Mazh’un berjalan melewati beliau seraya memberi senyum kepada beliau, maka Rasulullah bertanya: “Tidakkah engkau duduk sejenak?” `Utsman pun menjawab: “Ya.” Kemudian Rasulullah pun duduk menghadap ke kiblat, dan ketika beliau tengah berbincang dengan `Utsman, tiba-tiba beliau membuka matanya ke langit seraya memandangnya, lalu sejenak beliau memandang ke langit. Kemudian beliau mengarahkan pandangan beliau ke sebelah kanan di tanah, lalu beliau berpaling dari teman duduknya, `Utsman, menuju ke tempat yang menjadi objek pandangan beliau, selanjutnya beliau meggerakkan kepalanya seolah-olah ia sedang memahami apa yang dikatakan kepadanya, sedang Ibnu Mazh’un memperhatikannya.

Setelah selesai mengerjakan keperluannya dan ia memahami apa yang dikatakan kepadanya, maka beliau pun mengarahkan pandangannya ke langit sebagaimana beliau telah melakukannya pertama kali, lalu pandangannya mengikutinya sampai menghilang di langit. Kemudian beliau menghadap kepada `Utsman, teman duduknya semula. Lalu `Utsman bin Mazh’un mengatakan: “Hai Muhammad, selama aku menemanimu duduk, tidak pernah aku melihatmu melakukan perbuatan seperti perbuatanmu pada pagi hari.” Maka beliau bertanya: “Apa yang engkau telah lihat dari apa yang aku kerjakan?” Dia menjawab: “Aku melihat engkau mengarahkan pandanganmu ke langit kemudian engkau menjatuhkannya di sebelah kananmu, lalu engkau berpaling kepadanya dan membiarkanku, engkau menggerakkan kepalamu seolah-olah engkau sedang memahami apa yang dikatakan kepadamu.

Beliau bertanya: “Apakah engkau mengetahui hal tersebut?” `Utsman menjawab: “Ya.” Maka Rasulullah bersabda: “Tadi aku telah didatangi oleh utusan Allah, sedang engkau dalam keadaan duduk.” `Utsman bertanya: “Apakah utusan Allah Jibril as ?” “Ya,” jawab Rasulullah. `Utsman bertanya: “Lalu apa yang dikatakannya kepadamu?” Beliau menjawab: innallaaHa ya’murukum bil ‘adl wal ihsaani (“Sesungguhnya Allah menyuruhmu berlaku adil dan berbuat kebaikan,”) dan ayat seterusnya. Kemudian `Utsman berkata: “Yang demikian itu terjadi ketika iman telah benar-benar bersemayam di dalam hatiku, dan aku sungguh mencintai Muhammad.”

Sanad hadits tersebut jayyid muttashil hasan. Yang di dalamnya telah dijelaskan pendengaran yang bersambung.

Bersambung

Satu Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nahl ayat 90”

  1. Siti Shafa 12 September 2016 pada 11.54 #

    Ngga ada dapus nya ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: