Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Hijr ayat 1-3

21 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hijr
Surah Makkiyyah; surah ke 15:99 ayat

tulisan arab alquran surat al hijr ayat 1-3bismillaaHir rahmaanir rahiim
(“Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang”)
“1. Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), Yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan. 2. orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim. 3. biarkanlah mereka (di dunia ini) Makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (al-Hijr: 1-3)

Rubamaa yawaddulladziina kafaruu (“Orang-orang yang kafir itu seringkali [nanti di akhirat] menginginkan.”) dan ayat seterusnya. Ayat ini memberitahukan bahwa mereka akan menyesal atas kekafiran mereka, dan mereka menginginkan alangkah baiknya jika mereka di dunia dulu menjadi orang-orang muslim. Ada yang berpendapat tentang apa yang dimaksud ayat ini adalah setiap orang kafir pada waktu menghadapi sakaratul maut, ia menyesal dan mengharapkan alangkah baiknya jika dulu ia menjadi orang mukmin. Ada pula yang berpendapat bahwa ayat ini memberitahukan tentang hari kiamat, seperti firman-Nya yang artinya: “Jika sekiranya mereka dihadapkan pada neraka, maka mereka pasti mengatakan: ‘Aduh, alangkah baiknya bila kami dikembalikan ke dunia dan tidak lagi mendustakan ayat-ayat Rabb kami, dan kami menjadi orang-orang yang beriman.’”(al-An’am: 27)

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Musa ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Jika penduduk neraka telah berkumpul di neraka dan bersama mereka orang-orang ahli Kiblat [Muslim] yang dikehendaki Allah, orang-orang kafir itu berkata kepada orang-orang Muslim: ‘Bukahkah kalian ini orang-orang Muslim?’ Mereka menjawab: ‘Ya. Benar.’ Mereka bertanya: ‘Apakah Islam tidak memberi manfaat kepadamu sehingga kalian bersama kami di neraka ini ?’ Mereka menjawab: ‘Kami punya dosa-dosa, maka kami dihukum dengan api nereka ini.’ Allah pun mendengar kata-kata itu, lalu memerintahkan agar orang ahli kiblat [Muslim] yang berada di neraka itu dikeluarkan. Setelah orang-orang kafir yang masih tetap berada di neraka itu melihat hal itu, mereka berkata: ‘Alangkah baiknya jika kami dahulu menjadi orang-orang Muslim, sehingga kami dapat keluar dari neraka ini seperti mereka itu.’”
Kemudian Rasulullah membaca: a-‘uudzu billaaHi minasy syaithaanir rahiim. aliif laam ra’. tilka aayaatul kitaabi wa qur-aanim mubiin. Rubamaa yawaddulladziina kafaruu lau kaanuu muslimuun (“Alif laam ra’. [Surah] ini adalah [sebagian dari] ayat-ayat Kitabullah [yang sempurna], yaitu ayat-ayat al-Qur’an yang memberi penjelasan. Orang-orang yang kafir itu [nanti di akhirat] menginginkan, sekiranya mereka dahulu [di dunia] menjadi orang-orang Muslim.”) hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dengan menambahkan bismillaaHir rahmaanir rahiim, sebagai ganti isti’adzaH.

Firman Allah: dzarHum ya’kuluu wa yatamatta’uu (“Biarkanlah mereka itu [di dunia ini] makan dan bersenang-senang”) ini merupakan ancaman yang keras, seperti firman Allah: qul tamatta’uu fa inna mashiirakum ilannaar (“Katakanlah [hai Muhammad]: ‘Bersenang-senanglah sebentar, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang berdosa.”)(al-Mursaalaat: 46) oleh karena itu Allah berfirman: wayulHiHimul amal (“dan mereka dilalaikan oleh angan-angan kosong.”) dari bertaubat dan kembali kepada Allah: fasaufa ya’lamuuna (“Maka kelak mereka akan mengetahui.”) akibat perbuatan mereka.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: