Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nahl ayat 101-102

21 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl (Lebah)
Surah Makkiyyah; surah ke 16: 128 ayat

tulisan arab alquran surat an nahl ayat 101-102“Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, siereka berkata: ‘Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja.’ Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui. (QS. 16:101) Katakanlah: ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan al-Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS. 16:102)” (an-Nahl: 101-102)

Allah Ta’ala memberitahukan tentang lemahnya akal orang-orang musyrik serta minimnya keteguhan dan keyakinan mereka. Bahwasanya tidak tergambar keimanan pada diri mereka. Bagi mereka telah ditetapkan kesengsaraan. Hal itu dapat terlihat saat mereka melihat perubahan hukum-hukum, yang menasakh (yang menghapus) dan yang mansukh (dihapus).

Mereka berkata kepada Rasulullah: innamaa anta muftarr (“Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-ada saja.”) Maksudnya, kamu pendusta. Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Rabb yang Mahatinggi yang berbuat apa saja yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia inginkan.

Mengenai firman Allah Ta’ala: wa idzaa baddalnaa aayatam makaana aayatin (“Apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain,”) Mujahid mengemukakan, yakni, mengungkapkan, ayat ini sama seperti firman-Nya: “Apa saja ayat yang Kami nasakhkan atau Kami jadikan [manusia] lupa,…” ayat seterusnya. (QS. Al-Baqarah: 106)

Sebagai jawaban bagi mereka, Allah Ta’ala berfirman: qul nazzalaHuu ruuhul qudusi (“Katakanlah, ‘Ruhul qudus menurunkan al-Qur’an itu.’”) yakni Jibril; mir rabbika bilhaqqi (“Dari Rabbmu dengan benar”) yakni dengan kebenaran dan keadilan. Liyutsabbital ladziina aamanuu (“Untuk meneguhkan [hati] orang-orang yang telah beriman,”) sehingga mereka membenarkan ayat yang diturunkan pertama dan kedua, sedang hati-hati mereka merasa tenteram padanya.

Wa Hudaw wa busyraa lilmuslimiin (“Dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-
orang yang berserah diri [kepada Allah].”) Maksudnya, Allah menjadikan ayat ini sebagai petunjuk dan kabar gembira bagi kaum muslimin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: