Tafsir Ibnu Katsir Surah Ar-Ra’du ayat 14

24 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’du (Guruh)
Surah Madaniyyah; surah ke 13: 43 ayat

tulisan arab alquran surat ar ra'du ayat 14“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do’a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka ibadahi selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, rnelainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do’a (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.” (QS. ar-Ra’du: 14)

`Ali bin Abi Thalib berkata: laHuu da’watul haqqi (“Hanya bagi Allah-lah [hak mengabulkan] doa yang benar.”) Maksud da’watul haqq itu adalah tauhid, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Walladziina yad’uuna min duuniHii (“Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah.”) Maksudnya, perumpamaan orang-orang yang beribadah kepada selain Allah itu; kabaasithi kaffaiHi ilal maa-i liyab-lugha faaHu (“Seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar air itu sampai ke mulutnya.”)

`Ali bin Abi Thalib berkata: “Seperti orang yang mengambil air dari dalam sumur dengan tangannya, sedang ia tidak akan mendapatkannya sama sekali, bagaimana air dapat sampai ke mulutnya?”
Mujahid berkata: kabaasithi kaffaiHi (“Seperti orang yang membuka kedua telapak tangannya.”) “Memanggil air dengan lisannya dan menjulurkannya kepada air, maka tidak akan sampai air itu kepadanya selamanya.” Pendapat lain mengatakan. bahwa maksudnya adalah: “Seperti orang yang menggenggam air di tangannya, ia pasti tidak dapat mengendalikannya, sebagaimana dikatakan seorang penyair:

“Sesungguhnya aku dan kalian, dalam kerinduan kepada kalian,
bagaikan orang yang ingin minum dengan jari-jarinya.”

Penyair lain mengatakan:
“Cinta yang terjalin antara aku dan dia,
telah menjadi seperti orang menggenggam air dengan tangannya.”

Makna perkataan itu adalah, bahwa orang yang mengulurkan tangannya ke dalam air baik untuk menggenggamnya atau menangkapnya setelah itu, sebagaimana ia tidak dapat memanfaatkan air yang tidak sampai ke mulutnya yang digunakan sebagai tempat untuk minum. Demikian jugalah keadaan orang-orang musyrik yang menyembah Allah bersamaan dengan sesembahan lain yang tidak dapat memberi manfaat sama sekali kepada mereka, baik dunia maupun di akhirat.

Oleh sebab itu Allah berfirman: wa maa du’aa-ul kaafiriina illaa fii dlalaal (“Dan doa [ibadah] orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.”)

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: