Tafsir Ibnu Katsir Surah Ar-Ra’du ayat 25

24 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’du (Guruh)
Surah Madaniyyah; surah ke 13: 43 ayat

tulisan arab alquran surat ar ra'du ayat 25“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” (QS. ar-Ra’du: 25)

Ini adalah keadaan orang-orang yang celaka dan sifat-sifat mereka, apa yang mereka peroleh di akhirat dan tempat mereka yang berbeda dengan tempat orang-orang yang beriman, seperti halnya sifat-sifat mereka yang dengan sifat-sifat orang-orang mukmin di dunia ini. Orang-orang mu’min memenuhi janji Allah dan menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan untuk menghubungkannya, sedang mereka, orang-orang yang celaka itu: yanqudluuna ‘aHdallaHi mim ba’di miitsaaqiHi wa yaqtha’uuna maa amarallaaHu biHii ay yuushala wa yufsiduuna fil ardli (“Merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh, dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan untuk dihubungkan, dan membuat kerusakan di bumi.”)

Sebamana dinyatakan dalam hadits: “Tanda orang munafik itu ada tiga: Jika berkata ia berbohong, jika berjanji ia menyelisihi, dan jika dipercaya ia mengkhianatinya.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “Jika berjanji ia mengingkarinya, dan jika berbantah ia curang.” (Muttafaq ‘alaiHi)

Karena itu Allah berfirman: ulaa-ika laHumul la’natu (“Orang-orang itulah yang memperoleh laknat [kutukan].”) yaitu dijauhkan dari rahmat Allah. Wa laHum suu-ud daar (“Dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk.”) yaitu akibat dan tempat yang buruk.

Wa ma’waaHum jaHannama wa bi’sal miHaad (“Dan tempat mereka adalah jaHannam, dan ia adalah seburuk-buruk tempat kediaman.”) Abu ‘Aliyah mengatakan tentang: wal ladziina yanqudluuna ‘aHdallaaHi (“Orang-orang yang merusak janji Allah…”) dan seterusnya. Bahwa ada enam sifat orang-orang munafik, jika mereka mempunyai pendukung di tengah-tengah mereka, mereka menampakkan enam sifat-sifat tersebut. Yaitu, jika berbicara maka ia berbohong, jika berjanji, mereka tidak menepatinya, jika dipercaya berkhianat, mereka melanggar Allah setelah dikukuhkan, memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan dihubungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Tetapi jika mereka tidak punya pendukung, mereka menampakkan tiga sifat: Jika berbicara, berbohong, jika berjanji, menyelisihi, dan jika dipercaya, berkhianat.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: