Tafsir Ibnu Katsir Surah Ar-Ra’du ayat 27-29

24 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’du (Guruh)
Surah Madaniyyah; surah ke 13: 43 ayat

tulisan arab alquran surat ar ra'du ayat 27-29“Orang-orang kafir berkata: ‘Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Rabbnya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, (QS. 13:27) (yaitu) orang-orang yang beriman hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram. (QS. 13:28) Orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (QS. 13:29)” (ar-Ra’du: 27-29)

Allah memberitakan tentang orang-orang musyrik: lau laa unzila ilaiHi aayaatum mir rabbiHi (“Mengapa tidak diturunkan kepadanya [Muhammad] tanda [mukjizat] dari Rabbnya.”) ini seperti kata mereka yang artinya: “Maka hendaklah ia mendatangkan kepada kami suatu tanda [mu’jizat] seperti para rasul terdahulu.” (al-Anbiyaa’: 5)

Hal ini sudah dibicarakan berkali-kali sebelumnya, dan Allah Mahakuasa untuk memenuhi permintaan mereka. oleh karena itu Allah berfirman kepada Rasul-Nya: qul innallaaHa yu-dlillu may yasyaa-u wa yaHdii ilaiHi man anaab (“Katakanlah: ‘Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya.’”)

Maksudnya, Allahlah yang menyesatkan dan memberi petunjuk, baik mengutus Rasul dengan tanda (mukjizat) seperti yang mereka minta, atau tidak memenuhi permintaan mereka. Karena petunjuk dan penyesatan itu tidak tergantung pada adanya mukjizat atau tidak adanya mukjizat, sebagaimana difirmankan Allah: “Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan para Rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Yunus: 101)

Dan firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Rabbmu tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan hingga mereka menyaksikan siksa (adzab) yang pedih.” (QS. Yunus: 96-97)

Karena itu Allah berfirman: qul innallaaHa yu-dlillu may yasyaa-u wa yaHdii ilaiHi man anaab (“Katakanlah: ‘Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya.’”) Maksudnya, dan menunjuki orang-orang yang bertaubat dan kembali kepada Allah, meminta tolong dan merendahkan diri di hadirat-Nya.

Alladziina aamanuu wa tathma-innu quluubuHum bidzikrillaaHi (“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah.”) Maksudnya, hati itu menjadi baik, bersandar kepada Allah, dan menjadi tenang ketika ingat kepada-Nya dan rela (ridha) Allah sebagai Pelindung dan Penolong. Oleh sebab Allah berfirman: alaa bidzik-rillaaHi tathma-innu quluub (“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”) Maksudnya, itulah hal yang sepantasnya diperoleh dengan mengingat Allah.

Dan firman-Nya: alladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati thuubaa laHum wa husnu ma-aab (“Orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”)

Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: “Thuubaa artinya, kegembiraan dan kesenangan.” Qatadah berkata: “Thuubaa adalah kata-kata Arab, bila orang berkata: `Thuubaa laka’ artinya, engkau mendapat kebaikan, menurut satu riwayat `thuubaa lahum’ artinya kebaikan bagi mereka.”

Wa husnu ma-aab; adalah, tempat kembali yang baik. `Abdullah bin Wahb berkata, `Amr bin al-Harits mengatakan, bahwa Abu as-Samh berkata kepadanya, dari Abu al-Haitsam, dari Abu Sa’id al-Khudri, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tbuubaa adalah pohon di surga yang besarnya sepanjang perjalanan seratus tahun, dan pakaian penduduk surga keluar dari kulit-kulitnya.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, dari Rasulullah saw. bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, beruntunglah orang yang melihatmu dan beriman kepadamu.” Beliau berkata: “Thuubaa bagi orang yang melihatku dan percaya (beriman) kepadaku, dan Thuubaa, kemudian Thuubaa, kemudian Thuubaa bagi orang yang percaya (beriman) kepadaku tetapi belum pernah melihatku.”

Ada seseorang bertanya kepada beliau: “Apakah thuubaa itu?” Beliau menjawab: “Sebuah pohon di surga yang besarnya sepanjang perjalanan selama seratus tahun, dan pakaian penduduk surga keluar dari kulit-kulitnya.”

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya di surga ada pohon yang (meskipun) seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun belum juga dapat melintasinya.”

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: