Tafsir Ibnu Katsir Surah Ar-Ra’du ayat 36-37

24 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’du (Guruh)
Surah Madaniyyah; surah ke 13: 43 ayat

tulisan arab alquran surat ar ra'du ayat 36-37“Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.’ (QS. 13:36) Dan demikianlah, Kami telah menurunkan al-Qur`an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. 13:37)” (ar-Ra’du: 36-37)

Allah berfirman: wal ladziina aatainaaHumul kitaaba (“Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka.”) Sedang mereka melakukan sesuai dengan ajarannya [tuntunannya].
Yafrahuuna bimaa unzila ilaika (“bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu.”) Dari al-Qur’an, karena disebutkan dalam kitab mereka sebagian dari bukti-bukti kebenarannya dan memberikan kabar gembira akan kedatangannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Katakanlab: ‘Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman, (sama saja bagi Allah). Sesunggubnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelurnnya, apabila al-Qur’an dibacakan kepada rnereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. Dan rnereka berkata: ‘Mahasuci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi.’” (QS. Al-Israa’: 107-108)

Maksudnya, jika apa yang dijanjikan Allah kepada kita dalam kitab kita, yaitu mengutus Muhammad itu memang benar (haq), betul dan dipenuhi, maka hal itu tidak mustahil dan pasti terjadi. Mahasuci Allah, betapa benar janji-Nya dan hanya bagi-Nyalah segala puji.

“Mereka menyungkur di atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu.” (QS. A1-Israa’: 109)

Dan firman Allah: wa minal ahzaabi may yunkiru ba’dlaHu (“Dan di antara golongan-golongan [Yahudi dan Nasrani] yang bersekutu ada yang mengingkari sebagiannya.”) Maksudnya, di antara golongan-golongan yang mendustakan sebagian dari yang telah diturunkan kepadamu. Mujahid mengatakan, “Bahwa golongan-golongan yang dimaksud adalah, Yahudi dan Nasrani. May yunkira ba’dlaHu (“yang mengingkari sebagiannya.”) Maksudnya adalah, sebagian dari kebenaran yang kamu bawa, sebagaimana dikatakan oleh Qatadah dan `Abdurrahman bin Zaid bin Aslam.

Qul innamaa umirtu an a’budallaaHa walaa usy-riku biHi (“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”) Maksudnya, aku diutus hanya untuk beribadah kepada Allah saja, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, seperti halnya para Rasul sebelumku.

ilaiHi ad’uu (“Hanya kepada-Nya aku ajak manusia.”) kepada jalan Allah aku seru manusia. Wa ilaiHi ma-aab (“Dan hanya kepada-Nya aku kembali”) tempat aku pulang dan tempat aku kembali.

Firman Allah: wa kadzaalika anzalnaaHu hukman ‘arabiyyan (“Dan demikianlah Kami telah menurunkan al-Qur’an itu sebagai peraturan [yang benar] dalam bahasa Arab.”) Maksudnya, sebagaimana Kami telah mengutus sebelummu para Rasul dan Kami turunkan kepada mereka kitab-kitab dari langit, Kami juga menurunkan kepadamu al-Qur’an dalam keadaan yang muhkam (sempurna dan jelas) dan berbahasa Arab, Kami berikan kepadamu kemuliaan dan keutamaan (kelebihan) diatas mereka dengan Kitab al-Qur’an yang jelas dan terang serta gamblang.

“Yang tidak datang padanya (al’Qur’an) kebathilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji.” (QS. Fushshilat: 42)

Firman Allah: wa la-init-taba’ta aHwaa-aHum (“Dan seandainya engkau mengikuti hawa nafsu mereka.”) Pendapat-pendapat mereka. Ba’da maa jaa-aka minal ‘ilmi (“Setelah datang pengetahuan kepadamu.”) Dari Allah swt.
Maa laka minallaaHi waliyyiw walaa waaq (“Maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap [siksa] Allah.”) Ini adalah ancaman bagi orang-orang yang berilmu agar tidak mengikuti orang-orang yang sesat, setelah mereka mengikuti sunnah Nabi dan ajaran
Muhammad yang jelas. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam yang paling baik dan utama kepadanya.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: