Tafsir Ibnu Katsir Surah Yusuf ayat 15

26 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Yusuf
Surah Makkiyyah; surah ke 12: 111 ayat

tulisan arab alquran surat yusuf ayat 15“Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia) dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf ‘Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.’” (Yusuf: 15)

Allah berfirman ketika Yusuf telah dibawa pergi oleh saudara-saudaranya dari ayahnya setelah minta izin kepadanya: wa yajma’uu ay yaj’aluHuu fii ghayaabatil jubbi (“Dan mereka sepakat untuk membuangnya ke dasar sumur.”) Hal ini menjadikan besarnya dosa perbuatan mereka karena mereka semua sepakat untuk melemparkan Yusuf ke dasar sumur, sedang mereka mengambil Yusuf dari ayahnya dengan cara menampakkan rasa hormat yang dapat melegakan dan menyenangkan hati sang ayah serta menggembirakannya. Disebutkan bahwa Ya’qub as, ketika melepas Yusuf bersama saudara-
saudaranya, ia memeluk, mencium dan mendo’akannya.

As-Suddi dan lain-lainnya menyebutkan: “Bahwa antara penghormatan mereka kepada ayahnya dan perlakuan mereka yang menyakitkan kepada Yusuf tidak berselang lama. Begitu mereka hilang dari pandangan sang ayah, mereka mulai menyakiti Yusuf dengan perkataan maupun perbuatan berupa caci-maki, pukulan dan lain-lain. Kemudian, mereka membawanya ke sumur yang telah disepakati untuk membuangnya ke dalam sumur tersebut. Dengan cara mereka mengikatnya dengan tali dan timbanya. Pada saat ia minta tolong kepada salah seorang di antara mereka, mereka menjawab dengan tamparan dan makian. Bila ia berusaha bertahan di bibir sumur, mereka pukuli tangannya, lalu mereka potong talinya di tengah-tengah, sehingga is jatuh ke dalam air dan tenggelam, lalu ia merangkak ke atas batu di tengah sumur yang disebut dengan Raghufah dan berdiri di atasnya.”

Firman Allah: wa auhainaa ilaiHi latunabbi-annaHum bi-amriHim Haadzaa wa Hum laa yasy’uruun (“Kami wahyukan kepada Yusuf: ‘Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.’”) Allah Ta’ala menyebutkan kelembutan, rahmat dan kemudahan yang diberikan kepadanya pada waktu kesulitan. Allah memberi wahyu kepada Yusuf pada saat saat sulit seperti itu untuk menguatkan hati dan menghiburnya, bahwa kamu tidak perlu susah menghadapi masalah ini, karena kamu akan terlepas bebas darinya dengan baik dan Allah akan menolong dan mengangkat derajatmu di atas mereka, kemudian kamu akan menceritakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat itu terhadap dirimu; wa Hum laa yasy’uruun (“Sedang mereka tidak ingat lagi.”)

Mujahid dan Qatadah mengatakan: wa Hum laa yasy’uruun (“Sedang mereka tidak ingat lagi.”) bahwa Allah memberi wahyu kepada Yusuf.”
Ibnu `Abbas berkata: “Kamu akan memberitahukan mereka apa yang telah mereka perbuat terhadapmu itu, sedang mereka tidak mengenalmu dan tidak mengetahuimu.”

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: