Tafsir Ibnu Katsir Surah Yusuf ayat 36

26 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Yusuf
Surah Makkiyyah; surah ke 12: 111 ayat

tulisan arab alquran surat yusuf ayat 36“Dan bersama dengan dia, masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salab seorang di antara keduanya: ‘Sesungguhnya aku bermimpi, babwa aku memeras anggur.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.’ Berikanlah kepada kami ta’birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena’birkan mimpi.’) (Yusuf: 36)

Qatadah mengatakan: “Salah seorang dari mereka berdua adalah pelayan minuman raja, sedang yang lain adalah tukang pembuat roti raja.” As-Suddi berkata: “Bahwa mereka dipenjara dengan tuduhan meracuni makanan dan minuman raja.” Sedangkan Yusuf terkenal di penjara itu karena sifat kedermawanan, dapat dipercaya, kejujuran kata-katanya, baik, banyak beribadah, dapat meta’birkan mimpi, suka berbuat baik kepada orang-orang yang dipenjara, menjenguk yang sakit, dan melaksanakan hak-hak mereka.

Setelah dua pemuda itu masuk penjara, mereka akrab dengan Yusuf dan sangat mencintainya, mereka berdua mengatakan: “Kami sangat mencintaimu.” Yusuf menjawab: “Semoga Allah memberkahi kalian, setiap kali orang mencintaiku pasti aku mendapatkan kerugian (bahaya) karena kecintaan: “Bibiku mencintaiku, kemudian menyebabkan kerugian padaku, ayahku mencintaiku, kemudian menyebabkan aku disakiti saudara-saudaraku, demikian pula setelah isteri al-‘Aziz mencintaiku.” Mereka berdua menjawab: “Demi Allah, kami tidak dapat berbuat selain itu.”

Kemudian mereka bermimpi, penyaji minuman bermimpi bahwa dia memeras khamr, maksudnya anggur (‘inab) Seperti dalam bacaan ‘Abdullah bin Mas’ud: “innii araanii a’sharu ‘inaban” dan beliau mengatakan bahwa penduduk Oman menamakan ‘inab dengan khamr.”

Ikrimah berkata: “pemuda itu berkata kepada Yusuf: ‘Aku bermimpi dalam tidur bahwa aku menanam pohon anggur kemudian tumbuh, berbuah, kuperas dan kupersembahkan kepada raja.’ Pemuda yang lain, tukangroti, mengatakan: ‘Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung. Berikanlah kepada kami ta’birnya,”dan seterusnya.

Yang masyhur bagi kebanyakan ulama tafsir adalah pendapat yang telah kami kemukakan, yaitu bahwa kedua pemuda itu telah bermimpi dan keduanya meminta kepada Yusuf untuk menafsirkan mimpi mereka masing-masing. Ibnu Jarir meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan: “Kedua kawan Yusuf tersebut sama sekali tidak bermimpi, tetapi mereka berpura-pura mimpi untuk mengujinya.”

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: