Tafsir Ibnu Katsir Surah Yusuf ayat 102-104

27 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Yusuf
Surah Makkiyyah; surah ke 12: 111 ayat

tulisan arab alquran surat yusuf ayat 102-104“Demikian itu (adalah) di antara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya. (QS. 12:102) Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya. 12:103) Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka
(terbadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. (QS. 12:104)” (Yusuf: 102-104)

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Muhammad setelah menceritakan saudara-saudara Yusuf, bagaimana Allah meninggikan Yusuf di atas mereka dan menjadikan untuknya akibat yang baik, kemenangan, kerajaan, dan kekuasaan, padahal mereka bermaksud berbuat kejahatan, kehancuran, dan kematian baginya.

Kisah ini dan kisah-kisah serupa adalah sebagian dari kabar ghaib yang terjadi pada masa lampau; nuuhiiHi ilaika (“Kami beritahukan kepadamu wahai Muhammad,”) karena di dalamnya terdapat suri tauladan bagimu, dan nasehat bagi orang-orang yang menyelisihimu. Wa maa kunta ladaiHim (“Padahal kamu tidak berada di sisi mereka”) tidak hadir di sisi mereka tidak pula menyaksikan mereka.

Idz ajma’uu amraHum (“Ketika mereka memutuskan rencana mereka”) untuk memasukkannya ke dalam sumur; wa Hum yamkuruun (“Dan mereka sedang mengatur tipu daya,”) terhadapnya (Yusuf), tetapi Kami memberitahukannya melalui wahyu yang diturunkan kepadamu, seperti firman Allah lainnya: “Padahal kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (mengundi),” (QS. Ali-‘Imran: 44)

Allah berfirman bahwa dia adalah Rasul-Nya dan diberitahukan-Nya berita-berita masa lampau yang mengandung suri tauladan dan keselamatan agama dan dunia bagi manusia. Walaupun demikian, tetap sebagian besar di antara mereka masih tidak mau beriman. Karena itu Allah berfirman: wa maa aktsarun naasi wa lau harashta bimu’miniin (“Dan sebagian besar manusia tidak beriman walau kamu sangat menginginkannya.”) ini seperti firman Allah: “Sebenarnya dalam hal demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah) tetapi kebanyakan mereka tidak beriman (percaya).” (Asy-Syu’araa’: 8)

Firman Allah: wa maa tas-aluHum ‘alaiHi min ajrin (“Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah.”) Maksudnya, kamu wahai Muhammad tidak meminta dari mereka upah sebagai imbalan dari nasehat dan seruan kepada kebaikan serta petunjuk ini, tetapi kamu melakukannya hanya karena mengharapkan ridha Allah dan kasih yang tulus kepada makhluk-Nya.

In Huwa illaa dzikrul lil ‘aalamiin (“Itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam”) agar mereka menjadikannya peringatan, petunjuk dan dapat selamat di dunia dan akhirat.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: