Tafsir Ibnu Katsir Surah Yusuf ayat 77

27 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Yusuf
Surah Makkiyyah; surah ke 12: 111 ayat

tulisan arab alquran surat yusuf ayat 77“Mereka berkata: ‘Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum ini.’ Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): ‘Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu), dan Allah Mahamengetahui apa yang kamu terangkan itu.’” (QS. Yusuf: 77)

Setelah saudara-saudara Yusuf melihat alat takaran itu dikeluarkan dari barang-barang Bunyamin, mereka berkata: iy yasriq faqad saraqa akhul laHuu min qablu (“Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum ini.”) Mereka membebaskan diri (beralasan) kepada al-‘Aziz bahwa mereka tidak sama dengan Bunyamin, kalau dia mencuri berarti dia telah berbuat sama dengan apa yang diperbuat oleh saudaranya dahulu, yaitu Yusuf as.

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari `Abdullah bin Abi Najih, dari Mujahid, ia berkata: “Musibah pertama yang menimpa Yusuf, menurut apa yang sampai padaku, adalah bahwa bibinya binti Ishaq adalah anak sulung Ishaq dan dia memiliki “sabuk” Ishaq. Mereka mewarisinya dengan cara bahwa siapa yang tertua, itulah yang berhak memilikinya. Siapa di antara pewaris yang menguasai “sabuk” itu yang dapat menyembunyikannya, maka ia memiliki tangga yang tidak dapat disaingi oleh orang lain, ia dapat berbuat apa saja yang ia inginkan. Setelah Yusuf lahir, oleh Ya’qub diserahkan kepada sang bibi untuk mengasuhnya.

Dengan demikian ia adalah milik sang bibi dan milik Ya’qub juga, sehingga sang bibi sangat mencintai Yusuf melebihi cintanya kepada (saudara-saudaranya) yang lain. Setelah ia besar dan berusia beberapa tahun, Ya’qub amat rindu kepada anaknya, kemudian ia mendatangi sang bibi dan mengatakan: “Wahai saudariku, serahkanlah Yusuf kepadaku, demi Allah aku tidak tahan berpisah darinya walau sekejap pun.” Dia menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan membiarkannya untukmu. Biarkanlah dia beberapa hari di rumahku, supaya aku dapat melihatnya, dapat tenang dan terhibur olehnya”, atau ucapan yang semakna dengan itu.

Setelah Ya’qub keluar dari rumahnya, sang bibi pergi menuju ke tempat “sabuk” Ishaq dan diikatkan kepada Yusuf di bawah pakaiannya. Kemudian dia berkata: “Aku kehilangan sabuk Ishaq as, carilah siapa yang mengambilnya dan siapa yang mendapatkannya!” Dia memohon, lalu berkata kepada segenap keluarga: “Carilah!” Mereka menemukannya pada Yusuf. Sang bibi berkata: “Demi Allah, dia bagiku adalah tangga yang dapat aku gunakan sebagaimana keinginanku.” Kemudian Ya’qub mendatanginya, dan sang bibi menceritakan peristiwa yang terjadi itu. Ya’qub berkata kepadanya: “Kamu berhak kepadanya, kalau ia melakukannya, maka dia adalah tangga bagimu, aku tidak dapat berbuat apa-apa selain itu.” Maka sang bibi pun menahan Yusuf di rumahnya, dan Ya’qub tidak dapat memintanya kembali sampai sang bibi meninggal.

Inilah yang diceritakan oleh saudara-saudara Yusuf ketika ia berbuat kepada saudaranya apa yang diperbuat tatkala ia mengambilnya: iy yasriq faqad saraqa akhul laHuu min qablu (“Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum ini.”)

Sedangkan firman Allah Ta’ala: fa asarraHaa yuusufu fii nafsiHi (“Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya”) yang disembunyikan adalah kalimat berikut, yaitu: antum syarrum makaanaw wallaaHu a’lamu bimaa tashifuun (“Kalian lebih buruk kedudukan kalian [sifat-sifat kalian] dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian terangkan [sebutkan] itu.”) maksudnya Yusuf mengatakannya dalam hati, tidak menyatakannya kepada mereka.

Cara seperti ini termasuk bentuk pengungkapan hati sebelum disebut, yang banyak dipakai dan banyak buktinya terdapat dalam al-Qur’an, hadits dan bahasa Arab pada umumnya, baik dalam bentuk prosa, berita, maupun sya’ir.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: