Tafsir Ibnu Katsir Surah Yusuf ayat 80-82

27 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Yusuf
Surah Makkiyyah; surah ke 12: 111 ayat

tulisan arab alquran surat yusuf ayat 80-82“Maka tatkala mereka berputus asa daripada (putusan) Yusuf, mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di antara mereka: ‘Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji darimu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Allah adalah hakim yang sebaik-baiknya.’ (QS. 12:80) Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: ‘Wahai ayah kami, sesungguhnya anakmu telah mencuri; dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang gaib. (QS. 12:8 1) Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar.’ (QS. 12:82)” (Yusuf: 80-82)

Allah memberitakan tentang saudara-saudara Yusuf as. bahwa tatkala mereka merasa berputus asa untuk dapat membebaskan Bunyamin, sedang mereka telah berjanji kepada ayah mereka dan bersumpah untuk membawanya kembali bersama mereka, tetapi al-‘Aziz menolak apa yang mereka usulkan, maka mereka menyendiri, menjauh dari orang-orang banyak dan berbisik-bisik di antara mereka:

Qaala kabiiruHum (“Berkatalah yang tertua di antara mereka”) yaitu yang dahulu memberikan pendapat agar melemparkan Yusuf ke dalam sumur, ketika mereka bermaksud membunuhnya, ia berkata: a lam ta’lamuu anna abaakum qad akhadza ‘alaikum mautsiqam minallaaHi (“Tidakkah kamu ketahui, bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji darimu atas nama Allah,”) bahwa kalian pasti akan membawanya kembali, dan sekarang kalian telah tahu bahwa kalian tidak dapat memenuhi janji itu, padahal dahulu kalian sudah pernah menyia-nyiakan (menghilangkan) Yusuf.

Falam abrahal ardli (“Sebab itu aku tidak akan meninggalkan bumi ini”) maksudnya aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir ini; hattaa ya’dzanalii abii (“Sampai ayah mengizinkanku untuk kembali”) maksudnya, untuk pulang kepadanya dengan rela dan senang hati kepadaku; au yahkumallaaHu lii (“Atau Allah memberi keputusan terhadapku”) ada yang mengatakan dengan pedang, ada pula yang mengatakan: “hingga aku dapat mengambil kembali adikku.”

Wa Huwa khairul haakimiin (“Dan Allah adalah hakim yang sebaik baiknya.”) Kemudian ia menyuruh adik-adiknya agar memberitahukan kepada ayah mereka apa yang sebenarnya telah terjadi, sehingga menjadi alasan bagi mereka dan mereka dapat terbebas dari peristiwa itu dengan keterangan mereka yang dapat diterima.

wa maa kunnaa lil ghaibi haafidhiin (“Dan sekali-sekali kami tidak dapat menjaga [mengetahui] barang yang ghaib.”) Qatadah dan `Ikrimah berkata: “Kami tidak tahu bahwa anakmu telah mencuri.” Sedang `Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan: “Kami tidak mengetahui yang ghaib bahwa dia telah mencuri sesuatu milik raja, tetapi dia bertanya kepada kami: `Apakah hukuman bagi pencuri itu?’
fas-alil qaryatal latii kunnaa fiiHaa (“Dan tanyakanlah kepada [penduduk] negeri tempat kami berada pada waktu itu”) maksudnya (penduduk) negeri Mesir; wal ‘iiral latii aqbalnaa fiiHaa (“Dan kafilah yang kami datang bersamanya”) maksudnya adalah yang menemani kami, tentang kebenaran dan kejujuran kami, serta usaha kami untuk menjaga dan memeliharanya; wa innaa lashaadiquun (“sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”) dalam apa yang kami sampaikan kepadamu bahwa dia telah mencuri dan mereka menahannya karena pencurian itu.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: