Tafsir Ibnu Katsir Surah Huud ayat 40

28 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Huud
Surah Makkiyyah; surah ke 11: 123 ayat

tulisan arab alquran surat huud ayat 40“Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: ‘Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina) dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.’ Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (QS. Huud: 40)

Ini adalah janji Allah kepada Nuh as, ketika datang perintah Allah yang berupa hujan secara terus-menerus dan sumber air yang tiada henti dan tidak surut, bahkan sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.” (QS. Al-Qamar: 11-12)

Adapun firman-Nya: wa farrat tannuuru (“Dan dapur telah memancarkan air,”) dari Ibnu `Abbas bahwa [arti] “at tannuuru” adalah permukaan bumi. Maksudnya bahwa di bumi itu terjadi mata air-mata air yang bergolak, sehingga air itu memancar dari dapur-dapur, yaitu tempat-tempat api yang berubah menjadi mata air. Ini adalah perkataan sebagian besar ulama salaf dan khalaf. Maka, pada waktu itulah Allah Ta’ala memerintahkan Nuh as. agar beliau membawa dalam perahu itu sepasang-sepasang dari berbagai macam makhluk yang bernyawa. Pendapat lain mengatakan, juga termasuk tumbuh-tumbuhan dari jenis jantan dan betina.

Firman-Nya: wa aHlaka illaa man sabaqa ‘alaiHil qulu (“Dan keluargamu, kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya.”) Maksudnya, dan bawalah keluargamu ke dalamnya, mereka adalah keluarganya dan kerabatnya, kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan baginya untuk tidak beriman kepada Allah, di antara mereka adalah anaknya yang mengasingkan diri serta isteri Nuh yang kafir terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Dan firman-Nya: wa man aaman (“Dan [muatkan pula] orang-orang yang beriman.”) Maksudnya, dari kaummu.
Wa maa aamana ma’aHuu illaa qaliil (“Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.”) Maksudnya, sekelompok kecil saja, sedangkan waktu (zaman) dan keberadaannya bersama mereka sangatlah panjang, yaitu seribu tahun kurang lima puluh tahun.

Satu riwayat dari Ibnu `Abbas: “Mereka adalah (berjumlah) delapan puluh orang, termasuk wanitanya.”

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: