Tafsir Ibnu Katsir Surah Huud ayat 82-83

30 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Huud
Surah Makkiyyah; surah ke 11: 123 ayat

tulisan arab alquran surat huud ayat 82-83“Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, (QS. 11:82) yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang dhalim. (QS. 11:83)” (Huud: 82-83)

Allah Ta’ala berfirman: falammaa jaa-a amrunaa (“Maka tatkala datang adzab Kami,”) waktu itu adalah saat terbitnya matahari. Ja’alnaa ‘aaliyaHaa (“Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas,”) yaitu Sadum. SaafilaHaa (“Ke bawah [Kami balikkan].”) Sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Lalu Allah menimpakan atas negeri itu adzab besar yang menimpanya.” (QS. An-Najm: 54).

Maksudnya, Kami menghujaninya dengan batu dari sijjil, yaitu berasal dari bahasa Persia, artinya adalah batu dari tanah liat, ini adalah perkataan Ibnu `Abbas dan lainnya. Sebagian ulama berkata: “Maksudnya dari batu dan tanah liat dan sungguh Allah telah berfirman dalam ayat lain: ia adalah batu dari tanah liat, maksudnya, yang telah membatu kuat dan keras.” Dan sebagian yang lain berkata: “Ia adalah batu tanah liat yang dibakar.”

Al-Bukhari berkata: “Sijjil adalah yang keras dan besar.” Kalimat “sijjil dan sijjin” adalah satu arti, Tamim bin Muqbil berkata:

Dengan kekuatan gerak kaki mereka memukul topi baja di tengah hari.
Pukulan yang keras panas (sijjin) yang dipesankan oleh para pahlawan.

Firman-Nya: mamdluudin (“Dengan bertubi-tubi.”) Sebagian ulama berkata: “Maksudnya disiapkan untuk itu.” Dan sebagian yang lain berkata: maksudnya bertubi-tubi jatuhnya kepada mereka.

Firman-Nya: musawwamatan (“Yang diberi tanda.”) Maksudnya, ditandai dengan terpahat di atasnya nama-nama orangnya, setiap batu tertulis di atasnya nama orang yang akan ditimpa dengannya. Qatadah dan Ikrimah berkata: musawwamatan (“Yang diberi tanda.”) dikelilingi dengan percikan bara, mereka menyebutkan bahwa batu itu mengenai penduduk negeri dan penduduk yang terpencar berbagai desa sekitarnya. Suatu saat salah seorang sedang berbicara di tengah-tengah manusia, tiba-tiba ia tertimpa batu dari langit dan jatuh di antara mereka, kemudian batu bertubi-tubi menghujani mereka hingga seluruh negeri, sehingga mereka mati semuanya, tidak tersisa seorang pun dari mereka.

Mujahid berkata: “Jibril mengambil kaum Luth dari tempat gembala dan dari rumah mereka. Ia membawa mereka dengan binatang-binatang harta benda mereka, kemudian ia mengangkatnya hingga penduduk langit mendengar jeritan anjing mereka, lalu ia membungkamnya.”

Firman-Nya Ta’ala: wa amtharnaa ‘alaiHaa (“Dan Kami hujani di atasnya [mereka.”) Maksudnya, di desa-desa dengan batu dari tanah liat, demikian dikatakan as-Suddi.

Dan firman-Nya: wamaa Hiya minadh dhaalimiina biba’iid (“Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang dhalim.”) Maksudnya, tidaklah siksa ini jauh dari orang yang menyerupai mereka dalam kedhaliman (kaum musyrikin Makkah).

Dan terdapat hadits yang diriwayatkan dalam kitab-kitab sunan dari Ibnu ‘Abbas secara marfu’: “Barangsiapa menjumpai seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth (sodomi), maka bunuhlah yang melakukan dan yang diperlakukan.”

Imam asy-Syafi’i dalam salah satu perkataannya dan segolongan ulama berpendapat, bahwa orang yang melakukan liwath (sodomi) adalah dibunuh, baik ia muhshan (sudah menikah) atau tidak, dengan berpegang kepada hadits ini. Imam Abu Hanifah berkata; bahwa orang itu adalah dilemparkan dari tempat tinggi lalu dilempari dengan batu seperti apa yang telah dilakukan oleh Allah terhadap kaum Luth. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Allah Yang lebih mengetahui tentang kebenarannya.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: