Tafsir Ibnu Katsir Surah Huud ayat 103-105

1 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Huud
Surah Makkiyyah; surah ke 11: 123 ayat

tulisan arab alquran surat huud ayat 103-105“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada adzab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk). (QS. 11:103) Dan kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. (QS. 11:104) Dikala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. (QS. 11:105)” (Huud: 103-105)

Allah berfirman, sesungguhnya dalam pembinasaan yang Kami lakukan terhadap orang-orang kafir dan penyelamatan Kami terhadap orang-orang mukmin; la aayatan (“Terdapat pelajaran.”) Maksudnya, sebagai nasehat dan pelajaran atas kebenaran janji Kami di akhirat. Dan firman-Nya: dzaalika yaumum majmuu’ul laHun naasu (“Hari kiamat itu adalah hari yang semua manusia dikumpulkan untuk [menghadapi]nya.”) Maksudnya, dikumpulkan dari mulai manusia yang pertama diciptakan sampai manusia yang terakhir. Sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47)

Dzaalika yaumum masyHuud (“Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan [oleh segala makhluk].”) Maksudnya, hari yang besar, yang dihadiri oleh para Malaikat dan berkumpul seluruh Rasul, di mana dikumpulkan seluruh makhluk mulai manusia, jin, burung, binatang buas, bahkan semua makhluk yang melata.

Dan firman-Nya: wa maa mu-akhkhiruHuu illaa li-ajalim ma’duud (“Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.”) Maksudnya, Kami tidak mengundurkan terjadinya hari Kiamat, karena telah terdahulu ketetapan Allah dalam mewujudkan manusia dengan jumlah yang telah ditentukan dari anak cucu Adam as. dan dalam masa yang telah ditentukan lamanya. Maka apabila waktu tersebut telah habis masanya dan keberadaan mereka yang keseluruhannya itu telah ditentukan dan telah terealisasi, maka terjadilah hari Kiamat.

Untuk itu Allah Ta’ala berfirman: wa maa mu-akhkhiruHuu illaa li-ajalim ma’duud (“Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.”) maksudnya untuk masa yang sudah ditentukan, tidak diundur dan tidak dimajukan.

Yauma ya’ti laa yatakallamu nafsun illaa bi-idzniHi (“Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang bicara, melainkan dengan izin-Nya.”) Maksudnya, pada hari kedatangan hari Kiamat, tidak seorang pun dapat berbicara kecuali dengan izin Allah, sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Rabb yang pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar.” (QS. An-Naba’: 38)

Dalam ash-shahihain dalam hadits tentang syafa’at: “Tidak berbicara pada hari itu kecuali para Rasul, dan do’anya para Rasul hari itu adalah: ‘Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”‘

Dan firman-Nya: wa minHum syaqiyyuw wa sa’iid (“Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia.”) maksudnya di antara mereka yang berkumpul ada yang velaka dan ada yang beruntung. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (QS. Asy-Syuura: 7)

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: