Tafsir Ibnu Katsir Surah Huud ayat 96-99

1 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Huud
Surah Makkiyyah; surah ke 11: 123 ayat

tulisan arab alquran surat huud ayat 96-99“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda [kekuasaan] Kami dan mukjizat yang nyata, (QS. 11:96) kepada Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah [perintah] yang benar. (QS. 11:97) Ia berjalan di muka kaumnya di hari Kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi. (QS. 11:98) Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia dan (begitu pula) di bari Kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. (QS. 11: 99)” (Huud: 96-99)

Allah berfirman seraya memberi kabar tentang kerasulan Musa as. dengan ayat-ayat-Nya dan bukti-bukti yang istimewa (mukjizat) kepada Fir’aun, raja Qibti dan pengikut-pengikutnya. Fat taba’uu amra fir’auna (“Tetapi mereka mengikuti Perintah Fir’aun,”) maksudnya, sistem, cara dan jalannya dalam kesesatan.

Wa maa amru fir’auna birasyiid (“Padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah [perintah] yang benar.”) Maksudnya, tidak ada pengarahan dan petunjuk di dalamnya, akan tetapi ia merupakan kebodohan, kesesatan, kekafiran dan kebencian, sebagaimana halnya mereka mengikutinya di dunia dan ia menjadi pemuka dan kepala mereka, begitu pula ia menjadi pendahulu mereka pada hari Kiamat menuju neraka Jahannam, maka ia memasukkan mereka ke dalamnya mereka meminum dari telaga yang ia pun meminumnya dan ia mendapatkan bahagian yang paling besar dari siksa yang paling dahsyat.

Allah Ta’ala berfirman: yaqdumu qaumaHu yaumal qiyaamati fa auradaHumun naara wabi’sal wirdul mauruud (“Ia berjalan di muka kaumnya di hari Kiamat, lalu memasukkan mereka dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi,”) begitu juga keadaan orang-orang yang diikuti, mereka mendapatkan siksaan yang banyak pada hari Kiamat, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Masing-masing mendapatkan [siksa] yang berlipat ganda akan tetapi kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raaf: 38)

Firman-Nya: wa utbi’uu fii HaadziHii la’nataw wa yaumal qiyaamati… (“Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan [begitu pula] di hari Kiamat,…”) dan ayat seterusnya. Kami ikutkan kepada mereka, tambahan siksa neraka dengan laknat di dunia. Wa yaumal qiyaamati bi’sal wirdul maufuud (“Dan di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.”)

Mujahid berkata: “Ditambahkan bagi mereka laknat di hari kiamat. Maka bagi mereka ada dua kali laknat.” `Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu `Abbas: diberikan: bi’sal wirdul maufuud (“Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.”) ia berkata: “Itulah laknat dunia dan akhirat.” Begitu juga dengan pendapat adh-Dhahhak dan Qatadah.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: