Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anfaal Ayat 70-71

2 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfaal
(Harta Rampasan Perang)
Surah Madaniyyah; surah ke 8: 75 ayat

tulisan arab alquran surat al anfaal ayat 70-71“Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: ‘Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Allah akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil dari-padamu, dan Allah akan mengampunimu.’ Dan Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. (QS. 8:70) Akan tetapi, jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana. (QS. 8:71)” (al-Anfaal: 70-71)

Ibnu Juraij menceritakan dari `Atha’ al-Khurasani, dari Ibnu `Abbas: yaa ayyuHan nabiyyu qul liman fii aidiikum minal asraa (“Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu,”) `Abbas (paman Nabi)dan para sahabatnya mengatakan, bahwa para tawanan itu berkata kepada Nabi: “Kami beriman kepada apa yang engkau bawa dan bersaksi, bahwa engkau adalah Rasul Allah dan kami akan berikan nasihat kepada kaum kami.” Maka Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya: iy ya’lamillaaHu fii quluubikum khairay yu’tikum khairam mimmaa akhidza minkum (“Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Allah akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu.”) Yaitu, keimanan dan kepercayaan yang datang setelah itu kepada kalian adalah, lebih baik apa yang telah diambil dari kalian.

Wa yaghfirlakum (“Dan Allah akan mengampuni kalian.”) Yakni, dosa akibat kemusyrikan yang telah kalian lakukan.

Al-‘Abbas mengatakan: “Turunnya ayat ini lebih aku sukai dari pada aku memperoleh dunia, di mana Allah telah berfirman: yu’tikum khairam mimmaa ukhidza minkum (“Allah akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu.”) Sungguh Allah telah memberiku apa yang lebih baik dari apa yang telah lambil dariku seratus kali lipat. Dan Allah juga berfirman: wa yaghfirlakum (“Dan Allah memberikan ampunan kepadamu.”) Aku berharap, semoga aku diberikan ampunan.”

`Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu `Abbas, mengenai ini, `Abbas pernah ditawan pada saat terjadi perang Badar, lalu ia menebus dirinya sendiri dengan empat puluh uqiyah emas. Kemudian ketika dibacakan ayat ini, al-‘Abbas berkata: “Allah telah memberiku dua hal yang lebih aku sukai daripada dunia, yaitu; aku ditawan pada perang Badar, lalu aku diriku dengan empat puluh uqiyah emas. Kemudian Allah memberiku empat puluh budak. Dan sesungguhnya aku mengharapkan ampunan yang telah dijanjikan Allah kepada kami.”

Al-Hafizh Abu Bakar al-Baihaqi menceritakan dari Anas bin Malik, berkata: Didatangkan kepada Rasulullah harta benda dari Bahrain, Rasulullah bersabda: “Hamparkanlah harta ini di masjidku.”

Harta itu adalah jumlah yang paling banyak yang pernah didatangkan kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau berangkat menunaikan shalat tanpa menoleh kepada harta tersebut. Setelah selesai mengerjakan shalat, beliau datang dan duduk di samping harta tersebut. Beliau tidak melihat seseorang melainkan beliau memberinya. Tiba-tiba al-‘Abbas mendatangi beliau seraya berkata: “Ya Rasulullah, berilah aku. Sesungguhnya aku dulu pernah menebus diriku dan juga aku menebus `Uqail.” Maka Rasulullah pun berkata: “Ambillah.” Kemudian al-‘Abbas meletakkan harta itu ke dalam bajunya dan setelah itu pergi. Ia berusaha mengangkatnya tetapi ia tidak bisa, lalu berkata: “Suruhlah sebagian mereka mengangkatkan harta itu untukku.” Beliau menjawab: “Tidak.” Al-‘Abbas menuturkan: “Kalau begitu, angkatkan harta itu untukku.” Beliau pun tetap menjawab: “Tidak.” Maka al-‘Abbas menaburkan sebagian daripadanya dan meletakkannya di atas pundaknya dan kemudian pergi. Pandangan Rasulullah masih terus mengikutinya hingga ia tidak lagi terlihat oleh beliau. Beliau sangat heran terhadap kesungguhannya. Dan beliau tidak beranjak sedang tidak tersisa satu dirham pun.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari di beberapa tempat dalam kitabnya (Shahih al-Bukhara) dengan menggunakan shighah penegasan. la mengatakan: “Ibrahim bin Thuhman pun meriwayatkan hadits tersebut dan menyampaikannya dengan beberapa siyaq yang lebih sempurna dari ini.”

Dan firman-Nya: wa iy yuriiduu khiyaanataka faqad khaanullaaHa min qablu (“Akan tetapi jika mereka [tawanan-tawanan itu] bermaksud hendak berkhianat kepada kalian, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini.”) Maksudnya; wa iy yuriiduu khiyaanataka (“Akan tetapi jika mereka [tawanan-tawanan itu] bermaksud hendak berkhianat kepada kalian,”) Yakni, berupa ucapan-ucapan yang mereka lontarkan secara lantang kepada kalian.

faqad khaanullaaHa min qablu (“maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini.”) Yaitu, sebelum perang Badar, melalui kekafiran terhadap-Nya. Fa amkana minHum (“Lalu Allah menjadikan [kalian] berkuasa terhadap mereka.”) Yaitu, terhadap para tawanan pada saat terjadi perang Badar. wallaaHu ‘aliimun hakiim (“Dan Allah Mahamengetahui dan Mahabijaksana.”) Yaitu, Mahamengetahui terhadap apa yang Ia perbuat dan Mahabijaksana dalam perbuatan-Nya tersebut.

Qatadah mengatakan: “Ayat ini diturunkan berkenaan dengan`Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah al-Katib, ketika ia kembali murtad dan bertemu dengan orang-orang musyrik.”
Ibnu Juraij menceritakan dari `Atha’ al-Khurasani, dari Ibnu `Abbas, ia mengatakan: “Ayat ini turun berkenaan dengan al-‘Abbas dan para sahabatnya ketika mereka mengatakan: ‘Kami akan laporkan kepada kaum kami.’”
Sedangkan as-Suddi mentafsirkannya secara umum dan hal ini lebih syumul (lebih mencakup) dan lebih jelas. Wallahu a’lam.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: