Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anfaal Ayat 72

2 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfaal
(Harta Rampasan Perang)
Surah Madaniyyah; surah ke 8: 75 ayat

tulisan arab alquran surat al anfaal ayat 72“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Mahamelihat yang kamu kerjakan.” (QS. al-Anfaal: 72)

Allah menyebutkan beberapa golongan orang-orang yang beriman dan membagi mereka menjadi kaum Muhajirin yang pergi meninggalkan rumah dan kekayaan mereka. Mereka datang untuk menolong Allah dan Rasul-Nya, menegakkan agama-Nya, serta menginfakkan harta kekayaan dan Aga nyawanya untuk kepentingan semuanya itu. Kaum Anshar, mereka adalah kaum muslimin Madinah yang memberikan tempat tinggal kepada saudara-saudara mereka yang berhijrah (Muhajirin) di rurnah-rumah mereka. Mereka juga memberikan harta benda kepada kaum Muhajirin, serta menolong Allah dan Rasul-Nya dengan berperang bersama kaum Muhajirin. Mereka itu: ba’dluHum auliyaa-u ba’dlin (“Satu sama lain saling melindungi.”) Yaitu, masing-masing dari mereka lebih berhak menerima perlindungan daripada yang lainnya.

Oleh karena itu, Nabi mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Dari setiap dua orang merupakan saudara. Dengan demikian, mereka saling mewarisi sebagai pewarisan yang harus didahulukan daripada kaum kerabat, sampai Allah Ta’ala manghapuskan hal itu dengan ayat mawaris diturunkan kemudian). Yang demikian itu telah ditetapkan sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Shahih al-Bukhari dari Ibnu `Abbas.

Allah dan Rasul-Nya telah memuji kaum Muhajirin dan kaum Anshar melalui beberapa ayat di dalam al-Qur’an, di antaranya adalah firman-Nya yang artinya:
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridla kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai dalamnya.” (QS. At-Taubah: 100)

Dan firman-Nya: wal ladziina aamanuu wa lam yuHaajiruu maa lakum miw walaayatiHim (“Dan terhadap orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atas kalian melindungi mereka.”) Hamzah membaca “wilaayatiHim” dengan harakat kasrah. Sedangkan ulama lainnya membaca “walaayatiHim” dengan harakat fathah. Kedua macam bacaan itu adalah sama, seperti dalam kata “dilalah” dengan “dalalah”.

Min syai-in hataa yuHaajiruu (“”Tidak ada kewajiban sedikit pun atas kalian melindungi mereka sebelum mereka berhijrah.”) Dan ini adalah kelompok ketiga dari orang-orang yang beriman. Mereka inilah orang orang yang beriman tetapi tidak ikut berhijrah dan tetap tinggal di negeri mereka (Makkah). Mereka tidak berhak menerima bagian ghanimah dan tidak juga bagian seperlimanya, kecuali apa yang mereka peroleh ketika ikut berperang.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Zaid bin al-Khashib al-Aslami, ia menceritakan: Jika Rasulullah mengutus seorang panglima untuk memimpin suatu pasukan atau bala tentara, maka beliau senantiasa berpesan kepadanya untuk bertakwa kepada Allah dan berbuat kepada orang-orang muslim yang ada bersamanya.

Dan beliau bersabda: “”Berperanglah dengan menyebut nama Allah di jalan Allah. Perangilah yang kafir kepada Allah, jika engkau bertemu dengan musuhmu dari kalangan orang-orang musyrik. Lalu serulah mereka kepada tiga hal. Mana dari ketiga hal itu yang mereka penuhi, maka terimalah hal itu dari mereka dan tahanlah dirimu (dari memerangi) mereka. Serulah mereka kepada Islam. jika mereka memenuhinya, maka terimalah mereka dan tahanlah dirimu memerangi) mereka.

Kemudian serulah mereka untuk pindah dari kampung halaman mereka menuju negeri kaum Muhajirin. Beritahukan kepada mereka jika mereka melakukan hal itu, maka mereka akan memperolah apa yang diperoleh kaum Muhajirin dan memiliki kewajiban seperti yang ditetapkan kaum Muhajirin. Jika menolak hal itu dan memilih kampungnya sendiri beritahukan kepada mereka bahwa mereka akan menjadi seperti orang-orang Badui dari kalangan kaum muslimin yang berlaku bagi mereka hukum Allah, yang juga diberlakukan bagi orang-orang mukmin lainnya. Namun mereka tidak mendapatkan bagian dari harta fai’ dan ghanimah, kecuali jika mereka berjihad bersama kaum muslimin. Dan jika mereka masih juga menolak, maka serulah mereka untuk memberikan jizyah (pajak/upeti). Jika mereka memenuhi seruan tersebut, maka terimalah apa yang dari mereka itu dan tahanlah dirimu (dari memerangi) mereka. Dan jika mereka masih juga menolak, maka mohonlah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka.”

Hadits tersebut diriwayatkan sendiri oleh Imam Muslim dan ia mempunyai beberapa tambahan lain.

Firman-Nya lebih lanjut: wa inistanshuruukum fid diini fa’alaikumun nashru (“Tetapi Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam [urusan pembelaan] agama, maka kalian wajib memberi pertolongan.”) Allah Ta’ala berfirman: “Dan jika orang-orang Badui yang tidak ikut berhijrah itu meminta pertolongan kalian dalam hal perang mempertahankan agama-Ku melawan musuh mereka, maka bantulah mereka. Yang demikian itu merupakan suatu hal yang wajib bagi kalian, karena mereka adalah saudara kalian seagama. Kecuali jika mereka meminta bantuan untuk mengalahkan orang-orang kafir yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka hingga batas waktu tertentu. Maka janganlah engkau mengubur jaminanmu dan melanggar sumpahmu dengan orang-orang yang telah mengadakan perjanjian denganmu.”

Penjelasan ini diriwayatkan dari Ibnu `Abbas.

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: