Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anfaal Ayat 73

2 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfaal
(Harta Rampasan Perang)
Surah Madaniyyah; surah ke 8: 75 ayat

tulisan arab alquran surat al anfaal ayat 73“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka (menjadi) pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. al-Anfaal: 73)

Setelah menyebutkan bahwasanya sebagian orang mukmin menjadi pelindung (penolong) bagi sebagian lainnya, Allah memutuskan loyalitas antara orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak, dari Usamah, dari Nabi saw, beliau bersabda: “Dua pemeluk agama yang berbeda tidak saling mewarisi. Dan orang muslim tidak boleh mewarisi orang kafir dan tidak juga orang kafir boleh mewarisi orang muslim.”

Setelah itu beliau membacakan ayat: wal ladziiina kafaruu ba’dluHum auliyaa-u ba’dlin illaa taf’aluuHu takun fitnatun fil ardli wa fasaadun kabiir (“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian lain. Jika kalian [wahai kaum muslimin] tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”)

Selanjutnya al-Hakim mengatakan, bahwa hadits ini sanadnya shahih, tetapi al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.
Aku (Ibnu Katsir) katakan: “Hadits itu terdapat dalam ash-Shahihain dari riwayat Usamah bin Zaid, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Seorang muslim tidak boleh mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak boleh juga mewarisi orang muslim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam kitab al-Musnad dan juga beberapa kitab as-Sunan disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari `Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, kakeknya, ia menceritakan, Rasulullah bersabda: “Dua pemeluk agama yang berbeda tidak boleh saling mewarisi.”
Imam at-Tirmidzi mengatakan, bahwa hadits tersebut derajatnya hasan shahih.

Al-Hafizh Abu Bakar bin Mardawaih menceritakan, dari Abu Hatim al-Muzani, ia menceritakan, Rasulullah saw. bersabda: “Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia. Yang jika kalian tidak melakukannya, maka terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, jika padanya terdapat sesuatu?” Beliau menjawab: “Jika kalian didatangi orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia.” (Beliau mengucapkannya tiga kali)

Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi.

Makna sabda Rasulullah saw:
“Yang jika kalian tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” Maksudnya, jika kalian tidak menyingkirkan orang-orang musyrik dan tidak menjadikan orang-orang mukmin sebagai pelindung (pemimpin), maka akan terjadi fitnah di tengah-tengah umat manusia. Yaitu berbaurnya persoalan orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir, sehingga hal itu menyebabkan kerusakan yang sangat besar dan lama di tengah-tengah umat manusia.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: