Tafsir Ibnu Katsir Surah Yunus ayat 11

3 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Yunus
Surah Makkiyyah; surah ke 10: 109 ayat

tulisan arab alquran surat yunus ayat 11“Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka.” (QS. Yunus: 11)

Allah mengabarkan tentang kemurahan-Nya dan kelembutan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do’a mereka jika mereka berdo’a untuk kesusahan jiwa, harta dan anak mereka sendiri, di saat mereka sedang bosan atau marah. Dan sesungguhnya Allah mengetahui, bahwa mereka tidak bermaksud untuk itu, oleh karena itu Allah tidak mengabulkannya. Keadaan seperti ini adalah kelembutan dan kasih sayang. Sebagaimana Allah mengabulkan do’a mereka jika mereka berdo’a untuk diri mereka, harta dan anak-anak mereka dengan kebaikan, keberkahan dan perkembangan.

Oleh karena itu Allah berfirman: walau yu-‘ajjilullaaHu lin naasisy syarras ti’jaalaHum bilkhairi laqudliya ilaiHim ajaluHum (“Dan sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka,” dan seterusnya)

Maksudnya, jika Allah mengabulkan ketika mereka berdo’a untuk kematian diri mereka sendiri, tentunya Allah mematikan mereka, akan tetapi Allah tidak seyogianya untuk memperbanyak dalam masalah itu. Seperti disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Bakar al-Bazzar dalam musnadnya, dari `Ubadah bin al-Walid, Jabir bercerita kepadaku, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
“Janganlah kamu berdo’a buruk atas dirimu, janganlah kamu berdo’a buruk atas anak-anakmu, dan janganlah kamu berdo’a buruk atas hartamu, janganlah kamu mencari saat yang tepat untuk dikabulkan do’a burukmu, maka Allah akan mengabulkan do’amu.” (Hadits riwayat Abu Dawud dari hadits Hatim bin Isma’il.)

Al-Bazzar berkata: “Ubadah bin al-Walid bin `Ubadah bin ash-Shamit al-Anshari meriwayatkannya sendiri, tak seoran pun ikut, meriwayatkannya.”
Dan ini seperti firman Allah yang artinya: “Dan manusia berdo’a untuk kejahatan sebagaimana dia berdoo’a untuk kebaikan.” (QS. Al-Israa’: 11) dan seterusnya)

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: