Tafsir Ibnu Katsir Surah Yunus ayat 68-70

8 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Yunus
Surah Makkiyyah; surah ke 10: 109 ayat

tulisan arab alquran surat yunus ayat 68-70“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: ‘Allah mempunyai anak.’ Mahasuci Allah; Dialah yang Mahakaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS. 10:68) Katakanlah: ‘Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.’ (QS. 10:69) (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafran mereka. (QS. 10:70)” (Yunus: 68-70)

Allah berfirman, mengingkari orang yang menuduh bahwa sesungguhnya Allah mempunyai: waladan subhaanaHu Huwal ghaniyyu (“Anak, Mahasuci Allah, Dialah yang Mahakaya.”) Maksudnya, Allah Mahasuci dari itu dan Mahakaya dari setiap apa yang selain Allah dan setiap sesuatu butuh kepada-Nya.

laHuu maa fis samaawaati wa maa fil ardli (“Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.”) Maksudnya, bagaimana mungkin Allah mempunyai anak dari apa yang Allah ciptakan, sedangkan segala sesuatu adalah milik-Nya dan merupakan hamba-Nya.

In ‘indakum min sulthaanim biHaadzaa (“Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini.”) Maksudnya, kamu tidak mempunyai dalil atas kebohongan dan kedustaan yang kamu ucapkan. A taquuluuna ‘alallaaHi maa laa ta’lamuun (“Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”) Ini adalah pengingkaran dan ancaman yang keras.

Kemudian Allah Ta’ala mengancam para pendusta dan pembohong, yaitu orang-orang yang menuduh bahwa Allah mempunyai anak, bahwa mereka tidak akan beruntung di dunia dan akhirat. Adapun di dunia, maka sesungguhnya Allah memberikan tempo kepada mereka dan diberikan kesenangan sedikit. Tsumma nadltharruHum ilaa ‘adzaabin ghaliidh (“Kemudian Kami paksa mereka [masuk] ke dalam siksa yang keras.”) (QS. Luqman: 24)

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman pada ayat ini: mataa’un fid dun-yaa (“[Bagi mereka] kesenangan [sementara] di dunia.”) Maksudnya, waktu yang singkat. Tsumma ilainaa marji’uHum (“Kemudian kepada Kamilah mereka kembali.”) Maksudnya, pada hari Kiamat.

Tsumma nudziiquHumul ‘adzaabasy syadiid (“Kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat.”) Maksudnya, yang pedih dan menyakitkan. Bimaa kaanuu yakfuruun (“Disebabkan kekafiran mereka.”) Maksudnya, disebabkan kekafiran, kedustaan dan kebohongan mereka kepada Allah, dalam dakwaan yang mereka ada-adakan dan mereka palsukan.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: