Tafsir Ibnu Katsir Surah Yunus ayat 79-82

8 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Yunus
Surah Makkiyyah; surah ke 10: 109 ayat

tulisan arab alquran surat yunus ayat 79-82“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!’ (QS. 10:79) Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.’ (QS. 10:80) Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada mereka: ‘Apa yang kamu lakukan itu, itulah (yang) sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.’ Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. 10:81) Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). (QS. 10:82)” (Yunus: 79-82)

Allah Yang Mahasuci telah menyebutkan kisah tukang-tukang sihir bersama Musa dalam surat al-A’raaf dan pembicaraan tentang itu telah berlalu. Di dalam surat Yunus ini, surat Thaahaa dan surat asy-Syua’raa’, bahwa sesungguhnya Fir’aun [-mudah-mudahan Allah melaknatnya-], ingin berbuat jahat kepada manusia dan melawan kebenaran yang nyata, yang dibawa oleh Musa as, dengan tipuan permainan tukang-tukang sihir dan tukang-tukang sulap, akan tetapi permasalahannya menjadi berbalik. Harapannya tidak tercapai, bahkan bukti-bukti Ilahiyyah nampak jelas dalam pesta umum itu.

Wa alqiyas saharatu saajidiina qaaluu aamannaa birabbil ‘aalamiina. Rabbi muusaa wa Haaruuna (“Dan ahli-ahli sihir itu serta-merta meniarapkan diri dengan sujud, mereka berkata: ‘Kami beriman kepada Rabb semesta alam, (yaitu) Rabb Musa dan Harun.’”) (QS. Al-A’raaf: 120-122)
Fir’aun mengira bahwa ia akan menang dengan menggunakan sihir, terhadap utusan Dzat Yang Mahamengetahui rahasia, maka gagallah dan rugilah ia, tidak masuk surga dan dia pasti masuk neraka.

Wa qaala fir’aunu iituunii bikulli saahirin ‘aliim. Falammaa jaa-as saharatu qaala laHum muusaa alquu maa antum mulquun (“Fir’aun berkata [kepada pemuka kaumnya]: ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!’ Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lempar.’”) Musa mengatakan seperti itu kepada mereka, karena sesungguhnya mereka ketika telah terpilih, telah dijanjikan oleh Fir’aun dengan hubungan dekat dan hadiah yang besar.

“Ahli-ahli sihir berkata: ‘Hai Musa, kamukah yang akan melempar terlebih dahulu, ataukah kami yang melempar.” (QS. Al-A’raaf: 115). Maka Musa menginginkan mereka yang memulai, agar orang-orang mengetahui apa yang mereka perbuat, kemudian dia datang dengan kebenaran setelahnya, agar kebenaran itu menghantam kebathilan mereka. Maka dari itu, ketika mereka melempar, mereka menyihir mata orang-orang dan membuat mereka takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar.

“Maka Musa merasa takut dalam hatinya, Kami berkata: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.’”) (QS. Thaahaa: 67-69).

Setelah itu Musa berkata ketika mereka melempar: maa ji’tum biHis sihru innallaaHa sayubthiluHu innallaaHa laa yushlihu ‘amalal mufsidiina. Wa yuhiqqullaaHul haqqa bikalimaatiHii walau kariHal mujrimuun (“Apa yang yang kamu lakukan itu, itulah [yang] sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya, sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.”)

Ibnu Abi Hatim berkata: “Bercerita kepadaku Muhammad bin’Ammar bin al-Harits, bercerita kepadaku ‘Abdur Rahman, [-yakni ad-Dasytaki,-] Ja’far ar-Razi memberi kabar kepadaku, dari Laits, [-yaitu Ibnu Abi Sulaim-] berkata: ‘Telah sampai kepadaku, bahwa sesungguhnya ayat-ayat itu adalah obat sihir dengan izin Allah Ta’ala, kamu membacanya dalam bejana berisi air kemudian disiramkan di atas kepala orang yang terkena sihir, ayat ada di dalam surat Yunus (ayat 81-82): falammaa alqau qaala muusaa maa ji’tum biHis sihru innallaaHa sayubthiluHu innallaaHa laa yushlihu ‘amalal mufsidiina. Wa yuhiqqullaaHul haqqa bikalimaatiHii walau kariHal mujrimuun (“Maka setelah mereka melemparkan, Massa berkata kepada mereka: ‘Apa yang yang kamu lakukan itu, itulah [yang] sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya, sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.”)

Dan ayat lainnya:
“Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta-merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: ‘Kami beriman kepada Rabb semesta alam, (yaitu) Rabb Musa dan Harun.’” (QS. Al-A’raaf: 118-122).

Dan juga firman-Nya: “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir [belaka]. Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.” (ThaaHaa: 69)

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: