Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 59-62

15 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 59-62“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: ‘Wahai kaumku beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak beribadah kepada Allah), aku takut kamu akan ditimpa adzab hari yang besar (Kiamat).’ (QS. 7:59) Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: ‘Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.’ (QS. 7:60) Nuh menjawab: ‘Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah utusan dari Rabb semesta alam. (QS. 7:61) Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku, dan aku memberi nasehat kepadamu dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS. 7:62)” (al-A’raaf: 59-62)

Setelah Allah menyebutkan kisah Adam as. dan segala sesuatu yang berkaitan dan berhubungan dengannya pada awal surat al-A’raaf, kemudian Allah mulai menyebutkan beberapa kisah para Nabi secara berurutan.

Allah mulai dengan menyebutkan kisah Nabi Nuh as, karena ia adalah Rasul pertama yang diutus oleh Allah kepada penduduk bumi setelah Adam as.

Qaala yaa qaumi’budullaaHa maa lakum min ilaaHin ghairuHuu innii akhaafu ‘alaikum ‘adzaaba yaumin ‘adhiim (“Lalu Nuh berkata: ‘Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada Ilah [yang berhak untuk diibadahi] bagimu selain diri-Nya. Sesungguhnya [kalau kamu tidak beribadah kepada Allah], aku takut kamu akan ditimpa adzab hari yang besar.”) Artinya, dari adzab pada hari Kiamat, jika kalian bertemu dengan Allah Ta’ala sedang kalian dalam keadaan menyekutukan-Nya.

Firman-Nya: qaalal mala-u min qaumiHi (“Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata.”) Maksudnya, para tokoh orang-orang terhormat dan para pembesar di antara mereka; innaa lanaraaka fii dlalaalim mubiin (“Sesungguhnya kami memandangmu berada dalam kesesatan yang nyata.”) Yaitu, seruanmu (Nuh) kepada kami untuk meninggalkan peribadatan terhadap berhala-berhala ini, yang kami peroleh dari nenek moyang kami.

Demikian itulah keadaan orang-orang yang berdosa (kafir), mereka memandang orang-orang yang baik berada dalam kesesatan. Seperti firman Allah yang artinya: “Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.’” (QS. Al-Muthaffifiin: 32) Dan ayat-ayat lain (yang semakna).

Firman Allah selanjutnya: qaala yaa qaumi laisa bii dlalaalatuw wa laakinnii rasuulum mir rabbil ‘aalamiin (“Nub menjawab: ‘Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah utusan dari Rabb semesta alam.’”) Maksudnya, aku (Nuh) bukanlah seorang yang sesat, tetapi aku adalah seorang Rasul dari Rabb Pemilik dan Penguasa segala sesuatu.

Uballighukum risaalaati rabbii wa anshahu lakum wa a’lamu minallaaHi maa laa ta’lamuun (“Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku, dan aku memberi nasehat kepadamu dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”) Demikian itulah keadaan seorang Rasul, ia adalah seorang penyampai risalah, (dengan perkataan yang) fasih, pemberi nasehat lagi mengetahui tentang Allah, di mana tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang dapat menandinginya dalam sifat-sifat tersebut.

Sebagaimana dijelaskan dalam Shahih Muslim, bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada para Sahabatnya pada hari ‘Arafah, yang ketika itu mereka berada dalam jumlah lebih lengkap dan lebih banyak: “
“Hai sekalian manusia, sungguh kalian akan ditanyai mengenai diriku, maka apakah yang hendak kalian katakan?” Para Sahabat menjawab: “Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, melaksanakan dan telah menasehati.”
Setelah itu Rasulullah mengangkat jarinya ke langit, lalu ditunjukkan ke arah para Sahabat seraya bersabda: “Ya Allah, saksikanlah! Ya Allah, saksikanlah!”

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: