Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 79

15 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 79“Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: ‘Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Rabbku dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat.’” (QS. al-A’raaf: 79)

Ini adalah celaan keras yang disampaikan oleh Shalih as. kepada kaumnya, setelah Allah membinasakan mereka, karena penolakan mereka terhadap Shalih dan kesombongan mereka kepada-Nya, serta keengganan mereka menerima kebenaran, juga keingkaran mereka untuk menerima petunjuk dan lebih memilih kesesatan. Shalih mengatakan demikian kepada mereka setelah kebinasaan mereka, sebagai celaan sekaligus kecaman, sedang mereka mendengarnya.

Hal itu sebagaimana ditetapkan dalam sebuah hadits dalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), bahwa setelah Rasulullah menang dalam perang Badar, beliau menginap di sana selama tiga malam. Kemudian beliau memerintahkan supaya mempersiapkan kendaraannya setelah tiga malam berlalu. Beliau menaiki binatang tunggangannya itu, lalu berjalan hingga berhenti di sumur Badar, tempat penguburan tokoh-tokoh kaum Quraisy. Lalu beliau bersabda:

“Hai Abu Jahal bin Hisyam, hai ‘Utbah bin Rabi’ah, hai Syaibah bin Rabi’ah, hai fulan bin fulan, apakah kalian telah mendapatkan apa yang dijanjikan Rabb kalian itu benar? Sesungguhnya aku telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabbku itu benar.” Lalu ‘Umar bertanya kepada beliau, “Ya Rasulallah, mengapa engkau berbicara dengan orang-orang yang sudah menjadi bangkai?” Kemudian Rasulullah pun menjawab: “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak lebih mendengar apa yang kukatakan itu daripada mereka, hanya saja mereka tidak dapat menjawab.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Demikian halnya dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Shalih as. di mana ia mengatakan kepada kaumnya, “Sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Rabbku dan aku
telah memberi nasihat kepadamu.” Artinya, tetapi kalian tidak mengambil manfaat dari semuanya itu, karena kalian tidak menyukai kebenaran dan tidak mau mengikuti nasihat.

Oleh karena itu, Nabi Shalih berkata: wa laakil laa yuhibbuunan naashihiin (“Tetapi kalian tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat.”)

Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa setiap Nabi yang umatnya telah dibinasakan, pergi ke tanah suci Makkah dan tinggal di sana. Wallahu a’lam.

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: