Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 83-84

15 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 83-84“Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (QS. 7:83) Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (QS. 7:84)” (al-A’raaf: 83-84)

Maksud firman Allah itu, Kami selamatkan Luth dan keluarganya, dan tidak ada yang beriman kepadanya kecuali dari pihak keluarganya saja, sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala dalam surat yang lain yang artinya:
“Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapatkan di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 35-36)

Kecuali isterinya, ia tidak mau beriman kepadanya, bahkan ia tetap teguh memeluk agama kaumnya. Karena itu, ia tetap membantu mereka dan memberitahukan kepada mereka tamu-tamu Luth as. dengan menggunakan isyarat-isyarat antara dirinya dengan mereka.
Oleh karena itu, ketika Allah memerintahkan Luth untuk keluar dari kampung untuk membawa keluarganya, ia diperintahkan supaya tidak memberitahu isterinya dan tidak pula mengajaknya pergi dari kampung itu.

Di antara ahli tafsir ada yang mengatakan, bahwa isterinya itu mengikutinya. Dan ketika turun adzab, ia menoleh sehingga tertimpa apa yang menimpa kaumnya.
Dan pendapat yang lebih kuat, isteri Nabi Luth itu tidak keluar dari kampung dan tidak juga diberitahu oleh Nabi Luth, tetapi ia menetap bersama kaumnya.

Oleh karena itu, Allah berfirman: illam ra-ataHuu kaanat minal ghaabiriin (“Kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal [dibinasakan].”) Maksudnya, ia termasuk orang-orang yang tetap tinggal di kampung itu. Ada juga yang mengatakan, artinya, ia temasuk orang-orang yang dibinasakan. Dan hal ini merupakan tafsiran dengan sesuatu yang lazim.

Firman Allah selanjutnya: wa amtharnaa ‘alaiHim matharan (“Dan Kami turunkan kepada mereka hujan [batu].”) Penggalan ayat ini ditafsirkan oleh firman Allah dalam ayat di bawah ini yang artinya:
“Dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Rabbmu dan siksaan itu tidaklah jauh dari orang-orang yang dhalim.” (QS. Huud: 82-83)

Oleh karena itu, Allah berfirman: fandhur kaifa kaana ‘aaqibatul mujrimiin (“Maka perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”) Maksudnya, lihatlah, hai Muhammad, bagaimana akibat orang yang berani berbuat maksiat kepada Allah dan mendustakan para Rasul-Nya.

Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa orang yang melakukan liwath (homoseks) dicampakkan dari tempat yang tinggi, lalu dilempari batu. Sebagaimana yang telah dilakukan terhadap kaum Luth.

Sedangkan ulama yang lain berpendapat, bahwa orang itu harus dirajam, baik ia beristeri maupun tidak. Dan ini merupakan salah satu dari dua pendapat Imam asy-Syafi’i.

Yang menjadi dalil adalah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari ad-Darawardi, dari ‘Amr bin Abi ‘Umar, dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Rasulullah pernah bersabda:
“Barangsiapa yang kalian temukan mengerjakan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan orang yang menjadi objeknya.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sedangkan ulama yang lain berpendapat bahwa orang tersebut diperlakukan sama seperti orang yang berbuat zina. Jika muhshan (telah beristeri) maka harus dirajam, dan jika bukan muhshan, maka didera seratus kali. Dan ini merupakan pendapat lain dari Imam asy-Syafi’i.

Adapun mencampuri isteri melalui dubur, maka menurut kesepakatan ulama adalah haram. Dan larangan mengenai hal ini telah disebutkan oleh banyak hadits, dari Rasulullah saw. Sedangkan mengenai hal itu telah diuraikan dalam pembahasan surat Al-Baqarah: 223.

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: