Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 85

15 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 85“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: ‘Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada Ilah (yang haq) bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu kurangkan dari manusia barang-barang takaran dan timbangannya. Dan janganlah membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” (QS. al-A’raaf: 85)

Muhammad bin Ishaq mengatakan, mereka itu termasuk bagian dari Silsilah (keturunan) Madyan bin Ibrahim. Dan Syu’aib, yaitu putera Mikyal bin Yasyjar.

Menurutku (Ibnu Katsir), Madyan adalah sebutan untuk suatu kabilah dan juga suatu kota yang terletak di dekat Ma’an dari jalan al-Hijaz. Allah berfirman yang artinya: “Dan ketika ia sampai di sumber air negeri Madyan, ia menjumpai sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya) di sana.” (QS. Al-Qashash: 23). Mereka itu adalah penduduk Aikah. Sebagaimana yang akan kami uraikan lebih lanjut nanti, insya Allah.

Firman Allah: qaala yaa qaumi’budullaaHa maa lakum min ilaaHin ghairuHu (“Ia [Syu aib] berkata, Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada Ilah [yang berhak untuk diibadahi] bagimu selain-Nya.’”) Ini merupakan seruan (dakwah) setiap Rasul.

Qad jaa-atkum bayyinatum mir rabbikum (“Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu.”) Maksudnya, Allah telah menegakkan berbagai macam hujjah dan bukti yang menunjukkan kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian. Selanjutnya, Dia menasehati mereka dalam pergaulan mereka dengan orang lain, yaitu agar mereka mencukupi takaran dan timbangan, serta tidak merugikan orang lain sedikit pun. Maksudnya, janganlah kalian mengkhianati harta orang lain dan mengambilnya dengan cara mengurangi takaran dan timbangan secara diam-diam.

Sebagaimana Allah berfirman yang artinya:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar, yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam?” (QS. Al-Muthaffifiin: 1-6). Ini adalah ancaman yang keras dan tegas. Kita berdo’a, semoga Allah memberikan perlindungan kepada kita darinya.

Setelah itu, Allah berfirman memberitahukan tentang Syu’aib, yang diberi sebutan Khathiibul Anbiyaa’ (juru bicara para Nabi), karena kefasihan dan keagungan nilai nasihatnya.

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: