Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 88-89

15 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 88-89“Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan diri berkata: ‘Sesungguhnya kami akan mengusirmu, hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.’ Berkata Syu’aib: ‘Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendati pun kami tidak menyukainya? (QS. 7:88) Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendaki(nya). Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.’ (QS. 7:89)” (al-A’raaf: 88-89)

Ini merupakan berita dari Allah mengenai ancaman orang-orang kafir yang ditujukan kepada Nabi-Nya, Syu’aib dan orang-orang inukmin yang bersamanya. Yaitu ancaman mereka dengan pengusiran Nabi Syu’aib dan orang-orang mukmin dari kampung mereka atau paksaan untuk kembali kepada agama mereka dan masuk bersama mereka dalam ajaran mereka.

Konteks pembicaraan ini ditujukan kepada Rasul, sedangkan yang dimaksud adalah para pengikutnya yang memeluk agama bersamanya.

Dan firman Allah: a walau kunnaa kaariHiin (“Kendatipun kami tidak menyukainya?”) Nabi Syu’aib bertanya kepada mereka: “Apakah kalian akan memaksa kami meskipun kami enggan dan tidak menyukai apa yang kalian serukan itu. Sesungguhnya jika kami kembali ke agama kalian dan masuk bersama kalian dalam ajaran kalian, berarti kami telah mengadakan kebohongan besar terhadap Allah dengan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Ini adalah lontaran jelek yang ditujukan kepada para pengikut mereka.

Wa maa yakuunu lanaa an na’uudu fiiHaa illaa ay yasyaa-allaaHu rabbunaa (“Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendaki[nya].”) Dan ini adalah pengembalian yang benar lagi lurus kepada Allah, karena sesungguhnya Dia-lah yang mengetahui segala sesuatu dan ilmu-Nya pun meliputi segala sesuatu.

‘alallaaHi tawakkalnaa (“Kepada Allah sajalah kami bertawakkal.”) Maksudnya, dalam segala urusan kami, yang akan kami lakukan maupun yang kami tinggalkan.

Rabbanaftah bainanaa wa baina qauminaa bilhaqqi (“Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil).”) Artinya, berikanlah keputusan antara kami dan mereka dan menangkanlah kami atas mereka.

Wa anta khairul faatihiin (“Dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.”) Maksudnya, sebaik-baik pemberi keputusan. Karena sesungguhnya Engkau Mahaadil, yang tidak akan pernah melakukan kedhaliman sama sekali.

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: