Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 90-92

15 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 90-92“Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): ‘Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi.’ (QS. 7:90) Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka. (QS. 7:91) (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu’aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. 7:92)” (al-A’raaf: 90-92)

Allah memberitahu tentang kerasnya kekufuran, kesombongan dan keangkuhan mereka. Juga memberitahukan tentang kesesatan yang melanda din mereka serta sikap hati mereka yang menolak terhadap kebenaran. Oleh karena itu, mereka bersumpah seraya mengatakan:

La-init taba’ta syu’aiban innakum idzal lakhaasiruun (“Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian [menjadi] orang-orang yang merugi.”)

Oleh karena itu, Allah mengiringi hal itu dengan firman-Nya: fa akhadzatHumur rajfatu fa ashbahuu fii daariHim jaatsimiin (“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.”) di sini Allah memberitahukan, bahwa mereka ditimpa gempa yang sangat dahsyat, sebagaimana mereka menggoncangkan Syu’aib dan para pengikutnya serta mengancam mereka dengan pengusiran, sebagaimana firman-Nya dalam surat Huud yang artinya:

“Dan ketika datang adzab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya dengan rahmat dari Kami. Dan orang yang dhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.” (QS. Huud: 94)

Adapun sebabnya [-Allahu a’lam-] bahwa tatkala mereka mencela Syu’aib melalui ucapan mereka, “Apakah agamamu yang menyuruhmu.” (QS. Huud: 87) maka pada saat itu datanglah suara keras yang menjadikan mereka terdiam.

Dan Allah juga berfirman memberitahukan keadaan mereka dalam surat asy-Syu’araa’ sebagai berikut: “Kemudian mereka mendustakan Sy’u’aib, lalu mereka ditimpa adzab pada hari mereka dinaungi awan, sungguhnya adzab itu adalah adzab hari yang sangat besar.” (QS. Asy-Syu’araa’: 189)

Yang demikian itu tidak lain karena mereka menantang Syu’aib seraya berucap: “Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit.” (QS. Asy-Syu’araa’: 187)

Allah memberitahukan, bahwa Dia telah menimpakan kepada mereka adzab pada hari mereka dinaungi awan. Semua awan itu berkumpul dan jatuh menimpa mereka pada hari itu juga, yaitu awan yang mengandung jilatan api yang menyala-nyala dan sangat panas. Kemudian datang suara dari langit dan gempa bumi yang sangat dahsyat dari bawah mereka, sehingga nyawa mereka pun melayang dan jasad-jasad mereka pun berserakan.
Fa ashbahuu fii daariHim jaatsimiin (“Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan dalam rumah-rumah mereka.”)

Setelah itu Allah berfirma: ka allam yaghnau fiiHaa (“Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu.”) Maksudnya, seakan-akan mereka yang timpa adzab itu, tidak pernah mendiami kota, di mana mereka menginginkan pengusiran terhadap Rasul dan para pengikutnya dari kota itu.

Selanjutnya, sebagai bantahan atas ucapan mereka, Allah berfirman: alladziina kadzdzabuu syu’aiban kaanuu Humul khaasiruun (“Orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi.”

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: