Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 104-106

29 Nov

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 104-106“Dan Musa berkata: ‘Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Rabb semesta alam, (QS. 7:104) wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah kecuali yang haq. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Rabbmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku.’ (QS. 7:105) Fir’aun menjawab: ‘Jika benar kamu membawa suatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar.’ (QS. 7:106)” (al-A’raaf: 104-106)

Allah memberitahukan tentang perdebatan Musa kepada Fir’aun dan hujjah yang telah disampaikan kepadanya, serta pemaparan berbagai macam ayat-ayat yang jelas di hadapan Fir’aun dan kaumnya dari para Qibthi Mesir, di mana Allah Ta’ala berfirman: wa qaala muusaa yaa fir’aunu innii rasuulum mir rabbil ‘aalamiin (“Dan Musa berkata, Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Rabb semesta alam.”) Maksudnya, aku diutus oleh yang mana Dia adalah Pencipta, Pemelihara dan Penguasa segala sesuatu.

haqiiqun ‘alaa al laa aquula ‘alallaaHi illal haqqa (“Wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak.”) Sebagian ulama mengatakan, artinya, pantas dan patut bagiku untuk tidak mengucapkan sesuatu tentang Allah kecuali yang hak. Para ahli tafsir mengatakan, huruf ba’ dan kata alaa saling bergantian.

Sebagian ahli tafsir mengatakan: “Maknanya, aku sangat berusaha untuk tidak mengatakan sesuatu tentang Allah kecuali yang haq.

Penduduk Madinah lainnya membaca “haqiiqun ‘alaa” dengan makna wajib. Artinya, suatu hal yang wajib bagiku untuk tidak memberitahukan sesuatu tentang-Nya melainkan yang hak dan benar, karena aku telah mengetahui kemuliaan dan keagungan-Nya.

Laqad ji’tukum bibayyinatim mir rabbikum (“Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata darti Rabbmu.”) Yakni dengan membawa hujjah yang pasti dari Allah yang telah diberikan kepadaku sebagai bukti kebenaran terhadap apa yang aku bawa kepada kalian.

Fa arsil ma’iya banii israa-iil (“Maka lepaskanlah Bani Israil [pergi] bersamaku.”) Maksudnya, lepaskanlah Bani Israil dari tawanan dan kekuasaanmu dan biarkanlah mereka menyembah Rabbmu dan juga Rabb mereka, karena mereka itu dari silsilah seorang Nabi yang mulia, yaitu Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilurrahman.

Firman-Nya lebih lanjut: qaala in kunta ji’ta bi aayaatin fa’ti biHaa in kunta minash shaadiqiin (“Fir’aun menjawab, ‘Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika [betul] kamu termasuk orang-orang yang benar.’”) Maksudnya, Fir’aun mengatakan: “Aku tidak percaya terhadap apa yang engkau katakana dan tidak akan memenuhi apa yang engkau tuntut. Jika engkau mempunyai hujjah, maka kemukakanlah, agar kami ketahui jika apa yang engkau katakana itu memang benar.”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: