Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 96-99

29 Nov

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 96-99“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96) Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (QS. 7:97) Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? (QS. 7:98) Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. 7:99)” (al-A’raaf: 96-99)

Allah memberitahukan tentang minimnya keimanan penduduk negeri-negeri yang kepada mereka telah diutus para Rasul. Allah berfirman yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: ‘Sesungguhnya Kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.’” (QS. Saba’: 34)

Firman Allah: walau kaana aHlul quraa aamanuu wat taqaw (“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa.”) Maksudnya, hati mereka beriman dan membenarkan terhadap apa yang dibawa oleh para Rasul, lalu mereka mengikuti Rasul dan bertakwa dengan berbuat ketaatan dan meninggalkan semua larangan; la fatahnaa ‘alaiHim barakaatim minas samaa-i war ardli (“Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”) Maksudnya, hujan dari langit dan tumbuh-tumbuhan dari bumi.

Selanjutnya Dia berfirman: wa laa kin kadzdzabuu fa akhadznaaHum bimaa kaanuu yaksibuun (“Tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”) Maksudnya, tetapi mereka mendustakan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka kebinasaan akibat berbagai dosa dan pelanggaran yang mereka lakukan.

Setelah itu Allah Ta’ala berfirman, mengancam dan memperingatkan dari pelanggar perintah-Nya dan lancang terhadap larangan-Nya: a fa amina aHlul quraa (“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman ?”) yaitu yang kafir.
Ay ya’tiyaHum ba’sunaa (“Dari kedatangan siksa Kami”) yaitu adzab dan hukuman Kami. Bayaatan (“di malam hari”) arti dari bayaatan adalah lailan (malam hari).

Wa Hum naa-imuun. Aw amina aHlul quraa ay ya’tiyaHum ba’sunaa dluhaw wa Hum yal’abuun (“Di waktu mereka sedang tidur. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksa Kami pada waktu matahari naik sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain?”) maksudnya pada saat itu mereka sedang sibuk atau lengah.

Afa aminuu makrallaaH (“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah [yang tidak terduga-duga]?”) yaitu siksaan, adzab dan ketentuan-Nya terhadap mereka dan hukuman-Nya terhadap mereka, ketika mereka dalam keadaan alpa dan lengah.
Falaa ya’manu makrallaaHi illal qaumul khaasiruun (“Tiada yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”)

Oleh karena itu Hasan al-Bashri mengatakan: “Seorang mukmin itu mengerjakan segala ketaatan, sedang ia merasa takut. Dan orang jahat berbuat kemaksiatan, sedang ia merasa aman.”

&

Satu Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 96-99”

  1. HIPNOTERAPI BANJARMASIN 7 Oktober 2016 pada 20.31 #

    Ketakwaan mendatangkan keberkahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: