Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 144-145

30 Nov

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 144-145“Allah berfirman: ‘Hai Musa sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.’ (QS. 7:144) Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): ‘Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan perintahkanlah kaummu untuk berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, kelak Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.’ (QS. 7:145)” (al-A’raaf: 144-145)

Allah menyebutkan, bahwa Dia telah berfirman langsung dengan Musa, karena Dia telah melebihkan dirinya atas semua orang pada zamannya, berupa pemberian risalah dan berfirman langsung dengannya. Dan tidak diragukan lagi bahwa Muhammad adalah pemimpin anak keturunan Adam dari orang-orang golongan awal hingga golongan akhir. Oleh karena itu, Allah mengkhususkan beliau dengan dijadikan sebagai penutup para Nabi dan Rasul, yang syari’at-Nya terus berlaku sampai hari Kiamat. Para pengikut beliau juga lebih banyak daripada semua pengikut para Nabi dan Rasul sebelumnya.

Dalam urutan kemuliaan dan kelebihan, setelah beliau adalah Nabi Ibrahim al-Khalil as. lalu Musa bin ‘Imran kalimurrahman as.

Untuk itu Allah berfirman kepadanya: fa khudz maa aataituka (“Sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu.”) Yaitu berupa firman dan munajatnya.
Wa kum minasy syaakiriin (“Dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”) Yakni, atas semuanya itu dan janganlah engkau menuntut apa yang di luar kemampuanmu.

Setelah itu Allah memberitahukan, bahwa Dia telah menuliskan bagi Musa di dalam alwah, yang mencakup segala sesuatu, sebagai peringatan dan penjelasan mengenai segala hal. Ada yang mengatakan, alwah itu terbuat dari batu permata, di mana Allah telah menuliskan di dalamnya berbagai pesan dan hukum yang menerangkan hal-hal yang halal dan yang haram.

Alwah ini pun mencakup juga Taurat, sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka ingat.” (QS. Al-Qashash: 43)

Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa alwah itu diberikan kepada Musa sebelum Kitab Taurat. Wallahu a’lam.
Bagaimana pun, berdasarkan semua perkiraan di atas, maka alwah ini adalah seperti pengganti baginya dari permintaan untuk dapat melihat Allah, namun ditolak-Nya. Wallahu a’alam.

Firman-Nya: fa khudzHaa biquwwatin (“Berpeganglah kepadanya dengan teguh.”) Yakni dengan kemauan keras untuk taat.
Wa’mur qaumaka ya’khudzuu bi-ahsaniHaa (“Dan suruhlah kaummu berpegang kepada [perintah perintahnya] dengan sebaik-baiknya,”)

Sufyan bin `Uyainah mengatakan, Abu Sa’ad menceritakan kepada kami, dari `Ikrimah, dari Ibnu `Abbas, ia berkata: “Musa diperintahkan untuk berpegang sekuat tenaga pada apa yang diperintahkan kepada kaumnya.”

Firman-Nya: fa uuriikum daaral faasiqiin (“Nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.”) Maksudnya, kalian akan menyaksikan akibat orang-orang yang menentang perintah-Ku dan menolak taat kepada-Ku, bagaimana mereka akan menunju kebinasaan, kehancuran dan kemusnahan.
&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: