Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 146-147

3 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 146-147“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melibat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. (QS. 7:146) Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 7:147)” (al-A’raaf: 146-147)

Allah berfirman: sa-ashrifu ‘an aayaatil ladziina yatakabbaruuna fil ardli bighairil haqqi (“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.”) Maksudnya, Aku akan menghalangi hati orang-orang yang menyombangkan diri; tidak mau taat kepada-Ku dan menyombongkan diri atas manusia tanpa alasan yang dibenarkan, dari pemahaman terhadap hujjah-hujjah dan dalil-dalil yang menunjukkan keagungan diri-Ku, syari’at-Ku dan hukum-hukum-Ku. Sebagaimana mereka telah menyombongkan diri tanpa alasan yang dibenarkan.

Allah pun menghinakan mereka dengan kebodohan, seperti firman-Nya yang artinya: “Maka tatkala mereka berpaling dari kebenaran, Allah memalingkan hati mereka.” (QS. Ash-Shaff: 5)

Sebagian ulama salaf mengatakan: “Tidak akan memperoleh ilmu seorang pemalu dan seorang yang sombong.” Ulama lainnya mengatakan: “Barangsiapa yang tidak dapat bersabar sesaat atas penderitaan menuntut maka ia akan merasakan penderitaan akibat kebodohan untuk selamanya.”

Mengenai firman Allah: sa-ashrifu ‘an aayaatil ladziina yatakabbaruuna fil ardli bighairil haqqi (“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.”) Sufyan bin Uyainah mengatakan: “Maksudnya, Allah akan melepaskan dari diri mereka pemahaman terhadap al-Qur’an dan memalingkan mereka dari tanda-tanda kekuasaan-Nya.”

Ibnu Jarir mengatakan: “Ini menunjukkan bahwa firman Allah ditujukan kepada umat ini.”
Menurutku (Ibnu Katsir), “Tidak harus demikian, karena Ibnu ‘Uyainah hanya bermaksud bahwa hal ini berlaku pada setiap umat, tidak ada perbedaan antara yang satu dengan yang lain dalam hal ini. Wallahu a’lam.”

Firman Allah: wa iy yarau kulla aayatil laa yu’minuuna biHaa (“Jika mereka melihat ayat-ayat-[Ku, mereka tidak beriman kepadanya.” Yang demikian itu adalah seperti firman Allah yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Rabbmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan hingga mereka menyaksikan adzab yang pedih.” (QS. Yunus: 96-97)

Juga firman Allah: wa iy yarau sabiilar rusydi laa yattakhidzuuHu sabiilan (“Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya.”) Maksudnya, meskipun tampak oleh mereka jalan menuju petunjuk, yaitu jalan keselamatan, mereka tidak mau melewatinya. Dan jika tampak oleh mereka jalan kehancuran dan kesesatan, maka mereka mau menempuhnya.

Kemudian Allah menjelaskan sebab perjalanan mereka menuju keadaan seperti itu, dengan firman-Nya: dzaalika bi-annaHum kadzdzabuu bi aayaatinaa (“Yang demikian itu adalah karena mereka medustakan ayat-ayat Kami.”) Maksudnya, hati-hati mereka mendustakannya: wa kaanuu ‘anHaa ghaafiliin (“Dan mereka selalu lalai terhadapnya.”) Artinya, mereka tidak mau mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.

Kemudian firman-Nya: wal ladziina kadzdzabuu bi aayaatinaa wa liqaa-il aakhirati habithat a’maaluHum (“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka.”) Yaitu barangsiapa dari mereka melakukan hal itu dan terus-menerus melakukannya sampai mati, maka semua amalnya akan sia-sia belaka.

Sedangkan firman-Nya: Hal yujzauna illaa maa kaanuu ya’maluun (“Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.”) Artinya, mereka hanya akan diberi balasan sesuai dengan perbuatan yang pernah mereka kerjakan, jika baik maka akan dibalas dengan kebaikan, dan jika buruk maka akan dibalas dengan keburukan pula.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: