Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 167

6 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 167“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Allah akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat, orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka adzab seburuk-buruknya. Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksa-Nya, sungguhnya Dia adalah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS. al-A’raaf: 167)

Kata “ta-adzdzana” adalah berwazan “tafa’-‘ala” merupakan kata kerja dari “al adzaanu” yang berarti membentahukan. Demikian yang dikemukakan oleh Mujahid. Dan menurut ulama lainnya, kata itu berarti memerintahkan. Dan dalam hal kuatnya pembicaraan, kata ini dapat mengandung makna sumpah. Oleh karena itu, kata tersebut diikuti oleh huruf lam dalam firman-Nya: layab’atsanna ‘alaiHim (“Bahwa sesungguhnya Allah akan mengirimkan kepada mereka.”) Maksudnya, kepada orang-orang Yahudi.

Ilaa yaumil qiyaamati may yasumuHum suu-al ‘adzaabi (“Sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya.”) Yaitu disebabkan oleh kemaksiatan dan pelanggaran yang mereka lakukan terhadap perintah dan syari’at Allah, serta tipu muslihat mereka untuk dapat melakukan hal-hal yang dilarang.

Dikatakan, bahwa Musa mengenakan pajak kepada mereka selama tujuh tahun. Ada juga pendapat yang mengatakan tiga belas tahun, dialah orang yang pertama kali menerapkan sistem pajak. Kemudian orang-orang Yahudi itu berada di bawah penindasan raja-raja dari Yunani, Kasydani dan Kaldani. Selanjutnya mereka berada di bawah tekanan dan kekuasaan orang-orang Nasrani, serta pungutan jizyah dan pajak dari mereka. Setelah itu datang Islam dan Muhammad dan mereka berada di bawah kekuasaan dan perlindungannya dengan membayar pajak dan jizyah.

‘Ali bin Abi Thalhah mengatakan: “Yaitu jizyah, sedangkan yang akan menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya adalah Muhammad saw dan umatnya sampai hari Kiamat kelak.”

Dalam hal ini penulis (Ibnu Katsir) katakan: “Pada akhirnya mereka akan keluar sebagai pendukung Dajjal, sehingga mereka diperangi oleh kaum muslimin bersama Isa bin Maryam as, yaitu pada akhir zaman kelak.”

Dan firman-Nya: inna rabbaka lasarii’ul ‘iqaabi (“Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksaan-Nya.”) Yaitu bagi orang -orang yang berbuat maksiat kepada-Nya dan melanggar syari’at-Nya.

Wa innaHuu laghafuurur rahiim (“Dan sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.”) Yaitu bagi orang-orang yang bertaubat dan kembali kepada-Nya. Dan ini termasuk dalam bab penyertaan antara rahmat dan siksaan, supaya tidak menimbulkan keputusasaan. Oleh karena itu, Allah banyak menyandingkan antara targhib (pembangkitan harapan) dan tarhib (pembangkitan rasa takut), agar jiwa manusia ini tetap berada di antara rasa berharap dan rasa takut.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: