Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 188

6 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 188“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan, kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kernudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al-A’raaf: 188)

Allah Ta’ala memerintahkan Rasulullah agar menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Selain itu, beliau juga diperintahkan agar mengatakan bahwa beliau tidak mengetahui hal ghaib yang akan datang dan tidak juga pengetahuan tentang hal itu sedikit pun, kecuali apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya, sebagaimana firman-Nya, yang artinya:
“(Dialah) yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu.” (QS. Al Jinn: 26)

Dan firman-Nya: wa lau kuntu a’lamul ghaiba lastaktsartu minal khairi (“Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya,”) yakni harta benda. Dalam sebuah riwayat disebutkan, niscaya aku akan mengetahui jika aku membeli sesuatu yang tidak menguntungkan, maka aku tidak akan menjual sesuatu melainkan menguntungkanku, sehingga aku tidak tertimpa kemiskinan.

Ibnu Jarir dan ulama lainnya berkata: “Hal itu berarti, jika aku mengetahui alam ghaib, niscaya aku akan mempersiapkan diri satu tahun musim paceklik dengan menyimpan hasil dari masa subur dan untuk masa mahal dengan membeli barang-barang pada masa murah.”

Dan mengenai firman-Nya: wamaa massani-as suu-i (“Dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan,”) ‘Abdurrahman bin Zaidbin Aslam mengatakan: “Niscaya aku (Rasulullah saw) akan menjauhi dan menghindarkan diri dari keburukan sebelum terjerumus ke dalamnya.”

Selanjutnya, Nabi saw memberitahukan bahwa beliau adalah seorang pemberi peringatan dan juga berita gembira. Yaitu peringatan terhadap adzab dan pemberi berita gembira bagi orang-orang yang beriman berupa Surga. Sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Maka sesungguhnya, Kami telah mudahkan al-Qur an itu dengan bahasamu, agar engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa dan agar engkau memberi peringatan dengannya kepada kaum. yang membangkang.” (QS. Maryam: 97)

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: