Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 201-202

7 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 201-202“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (QS. 7:201) Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). (QS. 7:202)” (al-A’raaf: 201-202)

Allah memberitahukan tentang hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang senantiasa mentaati semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya, bahwa; idzaa massaHum (“Apabila mereka ditimpa was-was dari syaitan.”) Sebagian ada yang membaca “thaifun” dan sebagian lainnya membaca “tha-ifun” sebagaimana terdapat hadits yang menyebutkan hal ini dan kedua bacaan itu adalah masyhur.

Ada yang mengatakan bahwa kedua kata itu mempunyai satu arti, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa antara kedua kata tersebut terdapat perbedaan arti. Di antara ulama ada yang menafsirkan dengan kemurkaan dan ada juga yang menafsirkan dengan kemasukan syaitan, yaitu (hingga pada keadaan) terjatuh dan semisalnya, ada pula yang menafsirkannya dengan keinginan berbuat dosa, juga ada yang menafsirkannya dengan perbuatan dosa.

Dan firman-Nya: tadzakkaruu (“Mereka ingat”) yakni siksaan dan besarnya pahala Allah, janji dan ancaman-Nya, sehingga mereka segera bertaubat dan kembali kepada-Nya dan memohon perlindungan-Nya.
Fa idzaaHum mubshiruun (“Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”) maksudnya mereka telah beristiqamah dan sadar berpegang teguh pada apa yang mereka jalani.

Firman Allah selanjutnya: wa ikhwaanuHum yamudduunaHum (“Dan teman-teman mereka [orang-orang kafir dan fasik] membantu syaithan-syaithan”) yaitu sekutu-sekutu [teman-teman] syaithan yang berasal dari golongan manusia, sebagaimana firman Allah yang artinya: “Pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan” (al-Israa’: 27)

Mereka itu adalah para pengikut dan dan orang-orang yang setia dan taat kepada syaithan yang selalu menyambut perintah mereka.
yamudduunaHum fil ghayyi (“Membantu syaithan-syaithan dalam menyesatkan.”) Maksudnya, mereka dibantu oleh syaitan-syaitan untuk berbuat maksiat, mempermudah jalan bagi mereka dan memperindahnya untuk mereka. Ibnu Katsir berkata: “Al-muddu” berarti tambahan. Maksudnya, menjadikan mereka bertambah dalam kebodohan.

Tsumma laa yuqsharuun (“Dan mereka tidak henti-hentinya [menyesatkan]”) Ada yang mengatakan, artinya, “Sesungguhnya syaitan itu senantiasa menyesatkan manusia dan tidak pernah menghentikannya.” Sebagaimana dikatakan oleh Ali bin Abi Thalhah, dan Ibnu ‘Abbas, mengenai firman-Nya: wa ikhwaanuHum yamudduunaHum fil ghayyi tsumma laa yuqsharuun (“Dan teman-teman mereka [orang-orang kafir dan fasik] membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan, dan mereka tidak henti-hentinya [menyesatkan],”) ia berkata: “Manusia tidak menghentikan perbuatannya sedangkan syaitan juga tidak menghalang-halangi mereka.”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: