Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-A’raaf ayat 203

7 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raaf (Tempat Tertinggi)
Surah Makkiyyah; surah ke 7: 206 ayat

tulisan arab alquran surat al a'raaf ayat 203“Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat al-Qur’an kepada mereka, mereka berkata: ‘Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Rabbku kepadaku. Al-Qur’an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Rabbmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.’” (QS. al-A’raaf: 203)

Berkenaan dengan firman Allah: wa idzaa lam ya’tiHim bi-aayaatin qaaluu lau lajtabaitaHaa (“Dan apabila engkau tidak membawa suatu ayat al-Qur’an kepada mereka, mereka berkata: ‘Mengapa tidak engkau bunt sendiri ayat itu?’”) dari Mujahid, ia berkata: “Artinya, mengapa engkau tidak menetapkan sendiri ayat tersebut, yakni mereka berkata: `Keluarkanlah ayat itu dari dirimu sendiri.”‘
Demikian pula dikatakan oleh Qatadah, as-Suddi dan ‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Dan inilah yang menjadi pilihan Ibnu Jarir.

Firman Allah: wa idzaa lam ta’tiHim bi-aayatin (“Dan apabila engkau tidak membawa suatu ayat al-Qur’an kepada mereka.”) Maknanya yaitu, mukjizat dan sesuatu yang luar biasa. Mereka mengatakan kepada Rasulullah saw: “Mengapa engkau tidak berusaha keras untuk menuntut ayat-ayat dari Allah, sehingga kami melihat dan mempercayainya.” Maka Allah Ta’ala berfirman kepada beliau:

Qul innamaa attabi’u maa yuuhaa ilayya mir rabbii (“Katakanlah: `Sesungguhnya aku hanya men kuti apa yang diwahyukan dari Rabbku kepadaku.”)’ Maksudnya, aku tidak mengajukan kepada-Nya sesuatu apa pun, tetapi aku hanya mengikuti apa yang Allah perintahkan kepadaku. Lalu aku menjalankan apa yang diwahyukan kepadaku. Jika dikirimkan kepadaku suatu ayat, maka aku pun menerimanya. Dan jika Allah manahannya, maka aku tidak memintanya, kecuali jika Allah Ta’ala memperkenankan kepadaku untuk itu, karena sesungguhnya Allah Mahabijaksana lagi Mahamengetahui.

Selanjutnya Allah menunjukkan kepada mereka bahwa al-Qur’an ini adalah mukjizat yang paling agung, dalil yang paling jelas dan hujjah, serta keterangan yang paling benar. Allah berfirman: Haadzaa bashaa-iru mir rabbikum wa Hudaw wa rahmatul liqaumiy yu’minuun (“Al-Qur an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Rabbmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: