Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 104-105

18 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 104-105“Sesungguhnya telah datang dari Rabbmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). (QS. 6:104) Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan yang mengakibatkan orang-orang musyrik mengatakan: ‘Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab),’ dan supaya Kami menjelaskan al-Qur’an itu kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 6:105)” (al-An’aam: 104-105)

Kata “albashaa-iru” berarti berbagai hujjah dan keterangan yang dikandung oleh al-Qur’an dan yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Fa man abshara falinafsiHi wa man ‘amiya fa’alaiHaa (“Maka barangsiapa melihat [kebenaran itu] maka manfaatnya bagi dirinya sendiri, Dan barangsiapa buta [tidak melihat kebenaran itu], maka kemudharatannya kembali kepadanya.”)

Setelah menyebutkan mengenai keterangan dan hujjah itu, Allah berfirman: waman ‘amiya fa’alaiHaa (“Dan barangsiapa buta [tidak melihat kebenaran itu], maka kemudharatannya kembali kepadanya.”) Artinya, bahwa akibat buruknya itu akan kembali kepadanya.

Wamaa ana ‘alaikum bihafiidh (“Dan aku [Muhammad] sekali-kali bukanlah pemelihara[mu].”) Maksudnya, aku bukanlah penjaga dan pengawas, tetapi aku hanyalah penyampai belaka, Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang Allah kehendaki Pula.

Wa kadzaalika nusharriful aayaati (“Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami.”) Artinya, sebagaimana Kami telah menjelaskan ayat-ayat dalam surat ini, mengenai penjelasan tentang tauhid, dan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Dia, demikian Pula Kami menjelaskan dan menafsirkan serta menerangkan ayat-ayat itu di setiap tempat karena ketidaktahuan orang-orang bodoh. Juga agar orang-orang musyrik dan orang-orang kafir mengatakan: “Hai Muhammad, engkau telah mempelajari ayat-ayat itu dari Ahlul Kitab sebelummu, engkau telah belajar membaca dan mempelajarinya dari mereka.” Demikianlah yang dikemukakan oleh Ibnu `Abbas, Mujahid, Said bin Jubair, adh-Dhahhak, dan yang lainnya.

Firman-Nya: wa liyubayyinaHuu liqaumiy ya’lamuun (“Dan supaya Kami menjelaskan al-Qur’an itu kepada orang-orang yang mngetahui.”) Maksudnya, supaya Kami menerangkannya kepada kaum yang mengetahui kebenaran sehingga mereka mengikutinya dan mengetahui kebathilan sehingga menjauhinya. Sesungguhnya Allah mempunyai hikmah yang sempurna dalam penyesatan terhadap orang-orang tersebut dan pemberian penjelasan tentang kebenaran kepada yang lainnya.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: