Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 106-107

18 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 106-107“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Rabbmu; tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. (QS. 6:106) Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka. (QS. 6:107)” (al-An’aam: 106-107)

Allah berfirman, memerintahkan kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang mengikuti jalannya: it tabi’ maa uuhiya ilaika mir rabbika (“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Rabbmu.”) Maksudnya, ikutilah hal itu, ikutilah pula jejaknya, serta amalkanlah, karena apa yang diwahyukan kepadamu dari Rabbmu itu adalah haq (kebenaran), yang tidak ada keraguan di dalamnya, karena sesungguhnya tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Dia.

Wa a’ridl ‘anil musyrikiin (“Dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”) Maksudnya, biarkan dan berlapang dadalah, serta tahanlah derita yang ditimpakan mereka kepadamu sehingga Allah membukakan jalan bagimu, memberikan pertolongan, serta memenangkanmu atas mereka. Dan ketahuilah bahwasanya Allah memiliki hikmah di dalam menyesatkan mereka, karena sesungguhnya jika Allah menghendaki, niscaya Allah memberikan petunjuk kepada seluruh manusia, dan jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan menyatukan mereka dalam petunjuk.

Walau syaa-allaahu maa asyrakuu (“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan [Nya].”) Maksudnya, tetapi Allah mempunyai kehendak dan hikmah dalam setiap hal yang dikehendaki dan dipilih-Nya. Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, justru merekalah yang akan ditanya (diminta pertanggungan jawab).”

Allah tidak berbuat melainkan berdasarkan kebenaran, keadilan dan kebaikan, serta terlepas dari hal-hal yang bertolak belakang dari itu semua. Dari sinilah maka Allah tidak ditanya tentang kebaikan-Nya kenapa Dia berbuat, dan tidak ditanya tentang kejelekan-Nya karena Dia tidak berbuat jelek, walaupun Dia adalah penciptanya dan pencipta segala sesuatu.

Firman-Nya lebih lanjut: wa maa ja’alnaaka ‘alaiHim hafiidhan (“Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka.”) Maksudnya, pemelihara yang memelihara ucapan dan perbuatan mereka.

Wamaa anta ‘alaiHim biwakiil (“Dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka”) Maksudnya, untuk menjamin rizki mereka dan menKurus urusan-urusan mereka. Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya:
“Karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kamilah yang menghisab amalan mereka.” (QS. Ar-Ra’d: 40)

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: