Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 109-110

18 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 109-110“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah.’ Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman. (QS. 6:109) Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. (QS. 6:110)” (al-An’aam: 109-110)

Allah berfirman, memberitahukan tentang orang-orang musyrik, bahwa mereka telah bersumpah dengan menyebut nama Allah dengan segala kesungguhan mereka. Artinya, mereka bersumpah dengan sumpah-sumpah yang penuh kesungguhan; la in jaa-atHum aayatun (“Bahwa sungguh jika datang kepada mereka suatu tanda.”) Yaitu, mukjizat atau suatu hal yang di luar kebiasaan.
La yu’minuuna biHaa (“Pastilah mereka beriman k pada-Nya.”) Maksudnya, pasti mereka akan membenarkannya.

Qul innamal aayaatu ‘indallaaHi (“Katakanlah: ‘Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah. Maksudnya, katakanlah hai Muhammad, kepada orang-orang yang menanyakan kepadamu tanda-tanda [kekuasaan Allah] dengan penuh keangkuhan, kekafiran, dan keingkaran dan bukan berdasarkan petunjuk dan keinginan untuk memperoleh bimbingan, bahwa tanda-tanda kekuasaan itu berada di tangan Allah. Jika berkehendak Allah akan mendatangkannya kepada kalian, dan jika tida maka Allah akan membiarkan kalian, Allah berfirman yang artinya:
“Dan sekali-sekali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan [kepadamu] tanda-tanda [kekuasaan Kami] melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.” (QS. Al-Israa’: 59)

Firman Allah selanjutnya: wa maa yusy’irukum annaHaa idzaa jaa-at laa yu’minuun (“Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman.”) Ada yang berpendapat, yang menjadi mukhathab (lawan bicara) dalam kata yusy’irukum adalah orang-orang musyrik. Pendapat itulah yang dikemukakan Mujahid. Seakan-akan Allah berfirman kepada mereka:
“Apakah kalian mengetahui kebenaran sikap kalian terhadap sumpah-sumpah yang kalian ucapkan tersebut.” Berdasarkan hal tersebut, maka dibolehkan membaca “innaHaa” seperti yang dikemukakan yang pertama, atau “annaHaa” dengan menggunakan fathah dengan ma’mul [obyek] dari kata yusyrikuun.

Dengan demikian, kata “laa” dalam firman-Nya: annaHaa idzaa jaa-at laa yu’minuun; merupakan shilah [penyambung] dengan perkiraan redaksi sebagai berikut: “Apakah kalian mengetahui hai orang-orang yang beriman, yang kalian sangat menginginkan lagi antusias agar mereka beriman bahwa jika tanda tanda kekuasaan itu datang kepada mereka, pasti mereka akan beriman?”

Firman-Nya: wa nuqallibu af-idataHum wa abshaaraHum kamaa lam yu’minuu biHii awwala marratin (“Dan [begitu pula] Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya [al-Qur an] pada permulaannya.”)

Mujahid berkata: “Artinya Kami berikan penghalang antara mereka dengan keimanan, sehingga meskipun datang setiap tanda kekuasaan kepada mereka, maka mereka tidak akan beriman, sebagaimana Kami telah menghalangi antara mereka dengan iman sejak pertama kali.” Hal yang demikian juga dikemukakan oleh `Ikrimah dan `Abdurrahman bin Zaid bin Aslam.

Firman-Nya setelah itu: wa nadzaruHum (“Dan Kami biarkan mereka.”) Maksudnya, Kami tinggalkan mereka. Fii tughyaaniHim (“Dalam kesesatannya.”) Ibnu `Abbas dan as-Suddi berkata: “Yaitu dalam kekufuran mereka.”
Abul `Aliyah, ar-Rabi’ bin Anas, dan Qatadah berkata: “Yaitu dalam kesesatan mereka.”

Ya’maHuun (“Bergelimang.”) Al-A’masy berkata: “Berarti bermain-main.”
Sedangkan Ibnu `Abbas, Mujahid, Abul `Aliyah, ar-Rabi’ bin Anas, Abu Malik, dan yang lainnya berkata, “Yaitu di dalam kekufuran mereka, mereka bimbang/bingung.”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: